alexametrics
23.1 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Lima Pedagang di Ponorogo Terserang DBD

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bisa jadi nyamuk Aedes aegypti gemar bersarang di lingkungan pasar. Setidaknya, ada empat pedagang di Pasar Serag, Pulung, Ponorogo, yang harus dirawat di rumah sakit karena terserang demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. Seorang pedagang di Pasar Kesugihan, Pulung, juga dikabarkan bernasib sama. ‘’Seminggu yang lalu mulai banyak yang demam. Di pasar sebelah (Pasar Kesugihan, Red) juga ada satu yang kena,’’ kata Warino, pedagang di Pasar Serag, Selasa (28/12).

Seorang pasien DBD adalah anak perempuan Warino yang hamil tujuh bulan. Lantaran mengalami demam tinggi, ibu yang sedang mengandung itu harus opname di RSUD Harjono, Ponorogo. Dua pedagang lainnya yang juga terserang DBD menempati lapak berdekatan. Seorang pedagang lagi memiliki lapak yang lokasinya agak jauh. ‘’Mereka sekarang dirawat di rumah sakit semua,’’ terang Warino yang berdomisili di Dukuh Krajan, Kesugihan, Pulung, itu.

Baca Juga :  Truk Pengangkut 5 Ton Cabai Terperosok Jurang

Mendapati banyak pedagang di pasar desanya yang terserang DBD, Kades Serag Hariadi langsung memerintahkan kerja bakti pada Minggu lalu (26/12). Lingkungan Pasar Serag dibersihkan dari sarang nyamuk. Namun, fogging belum dilakukan lantaran terkendala peralatan. Hariadi mengaku sudah meminta puskesmas membantu penyemprotan sarang nyamuk itu. ‘’Puskesmas tidak punya alatnya. Kalau dinkes sudah padat jadwal fogging-nya,’’ jelas Hariadi.

Dia menyebut, di Pasar Serag terdapat 98 kios dan 200 lapak. Mayoritas pedagang berasal dari Desa Kesugihan dan Desa Plunturan. Hariadi memastikan pedagang yang terserang DBD itu bukan warga Serag. ‘’Kami berharap segera dilakukan fogging untuk langkah antisipasi,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bisa jadi nyamuk Aedes aegypti gemar bersarang di lingkungan pasar. Setidaknya, ada empat pedagang di Pasar Serag, Pulung, Ponorogo, yang harus dirawat di rumah sakit karena terserang demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. Seorang pedagang di Pasar Kesugihan, Pulung, juga dikabarkan bernasib sama. ‘’Seminggu yang lalu mulai banyak yang demam. Di pasar sebelah (Pasar Kesugihan, Red) juga ada satu yang kena,’’ kata Warino, pedagang di Pasar Serag, Selasa (28/12).

Seorang pasien DBD adalah anak perempuan Warino yang hamil tujuh bulan. Lantaran mengalami demam tinggi, ibu yang sedang mengandung itu harus opname di RSUD Harjono, Ponorogo. Dua pedagang lainnya yang juga terserang DBD menempati lapak berdekatan. Seorang pedagang lagi memiliki lapak yang lokasinya agak jauh. ‘’Mereka sekarang dirawat di rumah sakit semua,’’ terang Warino yang berdomisili di Dukuh Krajan, Kesugihan, Pulung, itu.

Baca Juga :  Sepuluh Bulan, 80 Warga Ponorogo Terjangkit DBD

Mendapati banyak pedagang di pasar desanya yang terserang DBD, Kades Serag Hariadi langsung memerintahkan kerja bakti pada Minggu lalu (26/12). Lingkungan Pasar Serag dibersihkan dari sarang nyamuk. Namun, fogging belum dilakukan lantaran terkendala peralatan. Hariadi mengaku sudah meminta puskesmas membantu penyemprotan sarang nyamuk itu. ‘’Puskesmas tidak punya alatnya. Kalau dinkes sudah padat jadwal fogging-nya,’’ jelas Hariadi.

Dia menyebut, di Pasar Serag terdapat 98 kios dan 200 lapak. Mayoritas pedagang berasal dari Desa Kesugihan dan Desa Plunturan. Hariadi memastikan pedagang yang terserang DBD itu bukan warga Serag. ‘’Kami berharap segera dilakukan fogging untuk langkah antisipasi,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/