alexametrics
24.9 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Bus DAMRI Prei Ngaspal Total

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tak satu pun armada Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Ponorogo beroperasi. Sebanyak 18 unit bus –10 trayek dekat dan 8 bertrayek jauh– kini menyesaki garasi milik perusahaan umum (perum) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) itu.

Bersamaan terbitnya surat edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) yang mengatur perjalanan pada masa pandemi Covid-19, maka DAMRI sengaja menghentikan trayek antarprovinsi. ‘’Kami belum mengaktifkannya lagi sampai sekarang,’’ kata General Manager (GM) Perum DAMRI Ponorogo Nico Rahardian Saputra kemarin (28/1).

DAMRI Ponorogo pernah melayani tujuan perjalanan darat ke Jambi melewati rute Jakarta–Pelabuhan Karangantu, Serang, sebelum bus ikut berlayar melintasi Selat Sunda. Pun, ada trayek Ponorogo-Surabaya. Kemenhub sejatinya sudah memberikan lampu hijau agar DAMRI kembali mengoperasionalkan armadanya untuk trayek antarkota antarprovinsi (AKAP). Namun, Nico berdalih masih mengurus dokumen persiapan trayek. ‘’Kami belum memutuskan apakah bisa sampai keluar Pulau Jawa atau tidak,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bisnis Angdes di Ngawi Ngenes

Kendati jumlah penumpang dulu mencapai 60 hingga 70 persen dari kapasitas tempat duduk di dalam bus. Jumlah penumpang yang cukup stabil di saat tingkat persaingan tinggi antar perusahaan moda transportasi. DAMRI juga harus berkompetisi dengan perusahaan otobus (PO) lainnya. ‘’Kami tidak pernah absen melewati tol, dari harga tiket juga bersaing,’’ jelas Nico.

Dia berani memastikan semua armadanya kembali beroperasi setelah prei ngaspal (perpal) total. Pihaknya tengah menyiapkan trayek antarprovinsi bersamaan pengurusan dokumen bus perintis maupun bus untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Per tanggal 1 Februari mendatang, bus perintis dan KSPN bakal turun mengaspal untuk melayani penumpang dari Ponorogo. ‘’Tarifnya masih tetap sama dengan yang dulu,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tak satu pun armada Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Ponorogo beroperasi. Sebanyak 18 unit bus –10 trayek dekat dan 8 bertrayek jauh– kini menyesaki garasi milik perusahaan umum (perum) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) itu.

Bersamaan terbitnya surat edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) yang mengatur perjalanan pada masa pandemi Covid-19, maka DAMRI sengaja menghentikan trayek antarprovinsi. ‘’Kami belum mengaktifkannya lagi sampai sekarang,’’ kata General Manager (GM) Perum DAMRI Ponorogo Nico Rahardian Saputra kemarin (28/1).

DAMRI Ponorogo pernah melayani tujuan perjalanan darat ke Jambi melewati rute Jakarta–Pelabuhan Karangantu, Serang, sebelum bus ikut berlayar melintasi Selat Sunda. Pun, ada trayek Ponorogo-Surabaya. Kemenhub sejatinya sudah memberikan lampu hijau agar DAMRI kembali mengoperasionalkan armadanya untuk trayek antarkota antarprovinsi (AKAP). Namun, Nico berdalih masih mengurus dokumen persiapan trayek. ‘’Kami belum memutuskan apakah bisa sampai keluar Pulau Jawa atau tidak,’’ terangnya.

Baca Juga :  Patung Dewi Songgolangit Bakal Dibongkar

Kendati jumlah penumpang dulu mencapai 60 hingga 70 persen dari kapasitas tempat duduk di dalam bus. Jumlah penumpang yang cukup stabil di saat tingkat persaingan tinggi antar perusahaan moda transportasi. DAMRI juga harus berkompetisi dengan perusahaan otobus (PO) lainnya. ‘’Kami tidak pernah absen melewati tol, dari harga tiket juga bersaing,’’ jelas Nico.

Dia berani memastikan semua armadanya kembali beroperasi setelah prei ngaspal (perpal) total. Pihaknya tengah menyiapkan trayek antarprovinsi bersamaan pengurusan dokumen bus perintis maupun bus untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Per tanggal 1 Februari mendatang, bus perintis dan KSPN bakal turun mengaspal untuk melayani penumpang dari Ponorogo. ‘’Tarifnya masih tetap sama dengan yang dulu,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/