alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Selisih Dua Suara, Kubu Cakades 01 Desak Pemungutan Ulang

PONOROGO – Riak-riak protes mewarnai pemilihan kepala desa (pilkades) Pager, Bungkal. Massa pendukung Agusdian Mustofa (cakades yang dinyatakan kalah) menuding adanya kecurangan. Mereka memprotes hasil pilkades dan menuding ada kecurangan. ‘’Ada dua surat suara yang hilang. Ini kemana?,’’ cerca Arif Maftuhin Kuasa Hukum Cakades 01 Pager itu.

Selasa (28/5), puluhan massa ngelurug Kantor Kecamatan Bungkal sekitar pukul 10.00. Sebelum menemui pejabat kecamatan, mereka sempat berorasi. Tim Cakades Agusdian menunjuk Arif sebagai kuasa hukum untuk memperjuangkan aspirasi. ‘’Yang jelas kami temukan surat suara hilang, dan sampai hari ini (kemarin), panitia tidak bisa menjelaskan data yang mereka pegang,’’ kata dia.

Arif berujar pihaknya menemukan sejumlah dugaan kecurangan. Data rekapitulasi yang diperoleh Radar Ponorogo, Setyarini (Cakades 02) keluar sebagai pemenang Pilkades Pager, Senin sepekan lalu. Dia memperoleh 611 suara. Selisih hanya dua suara dari Agusdian yang meraup 609 suara. Nah, selisih tersebut yang kemudian dipersoalkan. ‘’Pada berita acara pertama, ada 1.254 surat suara. Lalu ada satu surat suara rusak. Di berita acara kedua, tinggal 1.251 surat suara,’’ bebernya.

Baca Juga :  Wahono Laporkan Peniru Konten JTV Madiun

Arif menuntut pemungutan suara ulang (PSU) di Pilkades Pager. Menyikapi persoalan selisih data yang tak dapat diselesaikan pihak panitia pilkades. ‘’Biar panitia pengawas (panwas) yang menentukan rekomendasi. Jika mengacu aturan (Perbup 31/2018 tentang Kepala Desa), pilkades ini harus dibatalkan karena tidak sah dan cacat hukum,’’ sebut Arif.

Rombongan Arif Cs diterima Camat Bungkal Jemain dan jajarannya. Jemain mengatakan, protes tim cakades 01 disebabkan karena adanya beda jumlah surat suara di dalam kotak dengan jumlah undangan calon pemilih. Sementara, sumber penghitungan yang diacu panitia adalah surat suara yang ada di dalam kotak suara. ‘’Itu yang belum dapat diterima oleh pendukung cakades 01,’’ kata dia.

Jemain memastikan, hasil mediasi kemarin akan disampaikan kepada panitia pilkades tingkat kabupaten dan bupati. ‘’Kami belum berani menentukan apakah ada tindak kecurangan atau tidak. Panwas pun tidak punya kewenangan untuk membatalkan maupun menggelar PSU,’’ pungkasnya. (naz/fin)

PONOROGO – Riak-riak protes mewarnai pemilihan kepala desa (pilkades) Pager, Bungkal. Massa pendukung Agusdian Mustofa (cakades yang dinyatakan kalah) menuding adanya kecurangan. Mereka memprotes hasil pilkades dan menuding ada kecurangan. ‘’Ada dua surat suara yang hilang. Ini kemana?,’’ cerca Arif Maftuhin Kuasa Hukum Cakades 01 Pager itu.

Selasa (28/5), puluhan massa ngelurug Kantor Kecamatan Bungkal sekitar pukul 10.00. Sebelum menemui pejabat kecamatan, mereka sempat berorasi. Tim Cakades Agusdian menunjuk Arif sebagai kuasa hukum untuk memperjuangkan aspirasi. ‘’Yang jelas kami temukan surat suara hilang, dan sampai hari ini (kemarin), panitia tidak bisa menjelaskan data yang mereka pegang,’’ kata dia.

Arif berujar pihaknya menemukan sejumlah dugaan kecurangan. Data rekapitulasi yang diperoleh Radar Ponorogo, Setyarini (Cakades 02) keluar sebagai pemenang Pilkades Pager, Senin sepekan lalu. Dia memperoleh 611 suara. Selisih hanya dua suara dari Agusdian yang meraup 609 suara. Nah, selisih tersebut yang kemudian dipersoalkan. ‘’Pada berita acara pertama, ada 1.254 surat suara. Lalu ada satu surat suara rusak. Di berita acara kedua, tinggal 1.251 surat suara,’’ bebernya.

Baca Juga :  Gantung Diri karena Takut Korona?

Arif menuntut pemungutan suara ulang (PSU) di Pilkades Pager. Menyikapi persoalan selisih data yang tak dapat diselesaikan pihak panitia pilkades. ‘’Biar panitia pengawas (panwas) yang menentukan rekomendasi. Jika mengacu aturan (Perbup 31/2018 tentang Kepala Desa), pilkades ini harus dibatalkan karena tidak sah dan cacat hukum,’’ sebut Arif.

Rombongan Arif Cs diterima Camat Bungkal Jemain dan jajarannya. Jemain mengatakan, protes tim cakades 01 disebabkan karena adanya beda jumlah surat suara di dalam kotak dengan jumlah undangan calon pemilih. Sementara, sumber penghitungan yang diacu panitia adalah surat suara yang ada di dalam kotak suara. ‘’Itu yang belum dapat diterima oleh pendukung cakades 01,’’ kata dia.

Jemain memastikan, hasil mediasi kemarin akan disampaikan kepada panitia pilkades tingkat kabupaten dan bupati. ‘’Kami belum berani menentukan apakah ada tindak kecurangan atau tidak. Panwas pun tidak punya kewenangan untuk membatalkan maupun menggelar PSU,’’ pungkasnya. (naz/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/