alexametrics
29.1 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Omzet Seni Pertunjukkan di Ponorogo Tembus Rp 5,4 Miliar

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Mimpi tembus Kota Kreatif Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyeleksi dengan ketat 18 kabupaten/kota yang mengikuti Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi membeberkan panjangnya tahapan yang harus dilewati. Dimulai dari pengisian borang yang disiapkan Kemenparekraf. Dari isian itu, selanjutnya digelar forum group discussion (FGD). ‘’Dari etape pertama, pengisian borang Ponorogo ini layak lanjut ke tahap berikutnya,’’ kata Judha, Minggu (29/5).

Tahapan selanjutnya uji petik. Tim PMK3I merasa perlu turun gunung ke kabupaten ini. Guna memastikan isian borang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dari hasil penilaian itulah, Kemenparekraf menetapkan Ponorogo sebagai Kota Kreatif Indonesia dari total pengusul 18 kabupaten/kota tahun ini. ‘’Kami unggulannya seni pertunjukan berbasis reog. Itu turunannya banyak sekali,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Eks Stasiun Menolak Direlokasi

Judha menjabarkan, subsektor seni pertunjukan telah ada sejak abad ke-15. Ponorogo dinilai memiliki banyak variasi macam pertunjukan, di ataranya reog, jaran thek, gajah-gajahan, unto untoan, kebokeboan. Ada pula odrot, gong gumbeng, kongkil, keling, dan seni pertunjukan lainnya. ‘’Seniman menjadi etalase sekaligus produsen kreatif. Tinggal bagaimana mengemas dan menawarkannya kepada dunia,’’ urainya.

Ponorogo memiliki 365 paguyuban reog. Tiap paguyuban sedikitnya beranggotakan 60 orang. Serapan tenaga kerja dari seni pertunjukan ini mencapai 24.840 pelaku. Taksiran omzet tahunannya tembus Rp 5,4 miliar. ‘’Ending-nya, mendongkrak ekonomi pelaku usaha dan kreatif di kabupaten ini,’’ ujarnya.

Ponorogo juga punya kuliner khas berupa sate. Kuliner ini punya kekhasan mulai dari potongan daging, bumbu marinasi, hingga kecap. Lokasi penjualan kuliner ini telah membentuk sentra di beberapa kecamatan. ‘’Saat Lebaran omzetnya naik dua kali lipat,’’ sebutnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Mimpi tembus Kota Kreatif Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyeleksi dengan ketat 18 kabupaten/kota yang mengikuti Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi membeberkan panjangnya tahapan yang harus dilewati. Dimulai dari pengisian borang yang disiapkan Kemenparekraf. Dari isian itu, selanjutnya digelar forum group discussion (FGD). ‘’Dari etape pertama, pengisian borang Ponorogo ini layak lanjut ke tahap berikutnya,’’ kata Judha, Minggu (29/5).

Tahapan selanjutnya uji petik. Tim PMK3I merasa perlu turun gunung ke kabupaten ini. Guna memastikan isian borang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dari hasil penilaian itulah, Kemenparekraf menetapkan Ponorogo sebagai Kota Kreatif Indonesia dari total pengusul 18 kabupaten/kota tahun ini. ‘’Kami unggulannya seni pertunjukan berbasis reog. Itu turunannya banyak sekali,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Usulkan Bangun 100 Jembatan Gantung

Judha menjabarkan, subsektor seni pertunjukan telah ada sejak abad ke-15. Ponorogo dinilai memiliki banyak variasi macam pertunjukan, di ataranya reog, jaran thek, gajah-gajahan, unto untoan, kebokeboan. Ada pula odrot, gong gumbeng, kongkil, keling, dan seni pertunjukan lainnya. ‘’Seniman menjadi etalase sekaligus produsen kreatif. Tinggal bagaimana mengemas dan menawarkannya kepada dunia,’’ urainya.

Ponorogo memiliki 365 paguyuban reog. Tiap paguyuban sedikitnya beranggotakan 60 orang. Serapan tenaga kerja dari seni pertunjukan ini mencapai 24.840 pelaku. Taksiran omzet tahunannya tembus Rp 5,4 miliar. ‘’Ending-nya, mendongkrak ekonomi pelaku usaha dan kreatif di kabupaten ini,’’ ujarnya.

Ponorogo juga punya kuliner khas berupa sate. Kuliner ini punya kekhasan mulai dari potongan daging, bumbu marinasi, hingga kecap. Lokasi penjualan kuliner ini telah membentuk sentra di beberapa kecamatan. ‘’Saat Lebaran omzetnya naik dua kali lipat,’’ sebutnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/