alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Pemkab Ponorogo Pastikan Tak Ada Seleksi CPNS Tahun Ini

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Problem ketimpangan guru coba dipangkas dengan mengentaskan 974 guru yang telah lolos seleksi, diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Surat keputusan (SK)-nya diberikan akhir bulan lalu. Tahap berikutnya, 410 guru yang lolos seleksi PPPK juga bakal menerima SK sekitar pertengahan bulan depan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Andi Susetyo mengatakan bahwa tahapan awal administrasi telah tuntas. Persetujuan teknik dan nomor induk dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang selama ini dinantikan telah turun. ‘’Alhamdulillah ini dari BKN sudah ada kabar baik, kami proses tahapan selanjutnya,’’ katanya, Minggu (29/5).

Selanjutnya, SK disodorkan ke meja bupati untuk disetujui. Rencananya, penyerahan SK kepada para PPPK guru dijadwalkan pertengahan bulan depan. Tentunya setelah mendapatkan teken dari bupati. ‘’Paling lambat pertengahan Juni,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Bupati Sugiri Cari Solusi Tata PKL Telaga Ngebel

Andi ingin seluruh proses cepat tuntas. Agar para guru dapat segera menerima SK dengan status PPPK. Sehingga hak yang mereka terima sesuai dengan aturan main yang diatur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Andi tidak menampik masih banyak guru yang statusnya honorer dan sedang antre diangkat PPPK. Karenanya, BKPSDM  menerjunkan tim untuk berkoordinasi dengan dinas pendidikan (dindik) setempat. ‘’Kami sedang memetakan kebutuhan riil guru agar dapat diajukan PPPK di tahun berikutnya,’’ ujarnya.

Namun, pemerintah pusat belum memberikan kabar gembira. Sampai kini, daerah belum menerima informasi pasti terkait kejelasan formasi PPPK di tahun ini. Justru sempat beredar kabar bahwa formasi PPPK tahun ini diarahkan untuk tenaga kesehatan (nakes). ‘’CPNS tahun ini tidak ada. Adanya PPPK yang banyak diarahkan ke nakes. Tapi, kami tunggu informasi resminya,’’ tutur Andi. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Problem ketimpangan guru coba dipangkas dengan mengentaskan 974 guru yang telah lolos seleksi, diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Surat keputusan (SK)-nya diberikan akhir bulan lalu. Tahap berikutnya, 410 guru yang lolos seleksi PPPK juga bakal menerima SK sekitar pertengahan bulan depan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Andi Susetyo mengatakan bahwa tahapan awal administrasi telah tuntas. Persetujuan teknik dan nomor induk dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang selama ini dinantikan telah turun. ‘’Alhamdulillah ini dari BKN sudah ada kabar baik, kami proses tahapan selanjutnya,’’ katanya, Minggu (29/5).

Selanjutnya, SK disodorkan ke meja bupati untuk disetujui. Rencananya, penyerahan SK kepada para PPPK guru dijadwalkan pertengahan bulan depan. Tentunya setelah mendapatkan teken dari bupati. ‘’Paling lambat pertengahan Juni,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tewas Ditabrak Pikap

Andi ingin seluruh proses cepat tuntas. Agar para guru dapat segera menerima SK dengan status PPPK. Sehingga hak yang mereka terima sesuai dengan aturan main yang diatur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Andi tidak menampik masih banyak guru yang statusnya honorer dan sedang antre diangkat PPPK. Karenanya, BKPSDM  menerjunkan tim untuk berkoordinasi dengan dinas pendidikan (dindik) setempat. ‘’Kami sedang memetakan kebutuhan riil guru agar dapat diajukan PPPK di tahun berikutnya,’’ ujarnya.

Namun, pemerintah pusat belum memberikan kabar gembira. Sampai kini, daerah belum menerima informasi pasti terkait kejelasan formasi PPPK di tahun ini. Justru sempat beredar kabar bahwa formasi PPPK tahun ini diarahkan untuk tenaga kesehatan (nakes). ‘’CPNS tahun ini tidak ada. Adanya PPPK yang banyak diarahkan ke nakes. Tapi, kami tunggu informasi resminya,’’ tutur Andi. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/