27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

15 Ruas Perbaikan PEN Ponorogo Dimulai, Satu Pekerjaan Masih Tender Ulang

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perbaikan jalan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) dimulai. Eksekusi pekerjaan diawali 15 ruas dari total 51 titik sasaran perbaikan jalan. Selanjutnya, bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing pemenang proyek di lapangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengungkapkan, pekerjaan ke-15 ruas jalan telah dimulai dua hari belakangan (26/9). Di antaranya peningkatan jalan Janti-Ngrupit, Jalan Bantarangin, Tumpak Pelem-Manding, dan Gandukepuh-Gelanglor. ‘’Ruas jalan lainnya tinggal kesiapan masing-masing kontraktor,’’ kata Jamus, Kamis (29/9).

Jamus mengatakan bahwa secara umum pekerjaan dimulai pekan ini. Penyedia telah melakukan mobilisasi peralatan ke lokasi pekan lalu. Pekerjaan dapat dimulai di seluruh titik perbaikan jalan. ‘’Secara umum nanti berjalan di lokasi. Pekan ini mungkin bisa jadi sudah lebih dari 15 ruas itu mulai di lapangan,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  DAK Kecil dan DAU Luput, Dindik Ponorogo: Perbaikan Sekolah Tunggu PAK

Jamus berharap seluruh penyedia segera memulai pekerjaan fisik di lapangan. Kecuali untuk satu perbaikan ruas jalan yang saat ini masih dalam proses tender ulang. Seluruh pekerjaan harus tuntas sebelum tenggat waktu akhir November mendatang. ‘’Kami diberi waktu sampai akhir November,’’ ujarnya.

Jamus yakin seluruh pekerjaan rampung tepat waktu. Perbaikan jalan realisasi PEN tak hanya menyentuh akses utama di kabupaten ini. Namun juga menyasar jalan perintis serta akses menuju kawasan wisata. ‘’Ada juga jalur perintis mulai di sisi selatan, barat, timur, hingga utara,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, perbaikan jalan digelontor melalui duit PEN dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 155 miliar. Adapun penentuan titik lokasi perbaikan mempertimbangkan berbagai indikator. Selain jalan utama, volume kendaraan dan tingkat kerusakan turut menjadi pertimbangan. ‘’Pada waktu penentuan lokasi itu ada skala prioritas,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perbaikan jalan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) dimulai. Eksekusi pekerjaan diawali 15 ruas dari total 51 titik sasaran perbaikan jalan. Selanjutnya, bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing pemenang proyek di lapangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengungkapkan, pekerjaan ke-15 ruas jalan telah dimulai dua hari belakangan (26/9). Di antaranya peningkatan jalan Janti-Ngrupit, Jalan Bantarangin, Tumpak Pelem-Manding, dan Gandukepuh-Gelanglor. ‘’Ruas jalan lainnya tinggal kesiapan masing-masing kontraktor,’’ kata Jamus, Kamis (29/9).

Jamus mengatakan bahwa secara umum pekerjaan dimulai pekan ini. Penyedia telah melakukan mobilisasi peralatan ke lokasi pekan lalu. Pekerjaan dapat dimulai di seluruh titik perbaikan jalan. ‘’Secara umum nanti berjalan di lokasi. Pekan ini mungkin bisa jadi sudah lebih dari 15 ruas itu mulai di lapangan,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  KPP Pratama Ponorogo Optimistis November Capai Target

Jamus berharap seluruh penyedia segera memulai pekerjaan fisik di lapangan. Kecuali untuk satu perbaikan ruas jalan yang saat ini masih dalam proses tender ulang. Seluruh pekerjaan harus tuntas sebelum tenggat waktu akhir November mendatang. ‘’Kami diberi waktu sampai akhir November,’’ ujarnya.

Jamus yakin seluruh pekerjaan rampung tepat waktu. Perbaikan jalan realisasi PEN tak hanya menyentuh akses utama di kabupaten ini. Namun juga menyasar jalan perintis serta akses menuju kawasan wisata. ‘’Ada juga jalur perintis mulai di sisi selatan, barat, timur, hingga utara,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, perbaikan jalan digelontor melalui duit PEN dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 155 miliar. Adapun penentuan titik lokasi perbaikan mempertimbangkan berbagai indikator. Selain jalan utama, volume kendaraan dan tingkat kerusakan turut menjadi pertimbangan. ‘’Pada waktu penentuan lokasi itu ada skala prioritas,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/