alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Antisipasi Kepadatan Kendaraan di Ponorogo Kota, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kemacetan arus lalu lintas (lalin) di jalan protokol kota selama Lebaran tak bisa ditoleransi. Berkaca tahun sebelumnya, beberapa persimpangan dalam kota crowded. Potensi kendaraan mengular semakin terbuka lebar seiring dibebaskannya mudik Lebaran di tahun ketiga pandemi ini.

Ada lima jalan protokol yang selalu menjadi langganan kemacetan. Yakni, persimpangan Tonatan, Tambakbayan, Dengok, Jabung, dan Siman. Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo memasang rambu petunjuk menuju jalur alternatif di 18 titik persimpangan.

Jalur mudik yang melewati kabupaten ini dialihkan tanpa melewati jalan perkotaan. Kendaraan dari arah utara (Madiun) maupun barat (Wonogiri) tujuan Pacitan maupun Trenggalek dipecah melewati rute alternatif. ‘’Kami pasang rambu di beberapa titik persimpangan untuk mengarahkan pemudik ke jalur alternatif,’’ kata Kasi Pengawasan dan Pengendalian Lalin Angkutan Jalan Dishub Ponorogo Slamet Wahyudi, Sabtu (30/4).

Baca Juga :  Kurang Sepekan, Progres Jembatan Runtuh di Ponorogo Baru Capai 40 Persen

Kendaraan dari arah Madiun menuju Pacitan dan Trenggalek disarankan belok kiri ke persimpangan Pabrik Es. Lanjut sampai persimpangan Pasar Pon dan Jeruksing. Pemudik tujuan Trenggalek disarankan lurus lewat Jalan Raya Siman. Pengendara tujuan Pacitan lewat Jalan Juanda tembus perempatan Tonatan. Lalu, belok kiri ke Jalan Basuki Rahmad, Jalan Ahmad Yani, tembus persimpangan Jenes ke arah selatan. ‘’Kami cegah kendaraan menumpuk di jalur kota,’’ lanjutnya.

Sementara kendaraan dari arah barat (Wonogiri) dialihkan ke selatan di persimpangan Somoroto. Melewati arah Ngumpul ke timur menuju Balong, tembus Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Rute alternatif itu disiapkan mengurangi beban antrean traffic light persimpangan jalan perkotaan. ‘’Agar tidak kumpul dan timbul kemacetan,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kemacetan arus lalu lintas (lalin) di jalan protokol kota selama Lebaran tak bisa ditoleransi. Berkaca tahun sebelumnya, beberapa persimpangan dalam kota crowded. Potensi kendaraan mengular semakin terbuka lebar seiring dibebaskannya mudik Lebaran di tahun ketiga pandemi ini.

Ada lima jalan protokol yang selalu menjadi langganan kemacetan. Yakni, persimpangan Tonatan, Tambakbayan, Dengok, Jabung, dan Siman. Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo memasang rambu petunjuk menuju jalur alternatif di 18 titik persimpangan.

Jalur mudik yang melewati kabupaten ini dialihkan tanpa melewati jalan perkotaan. Kendaraan dari arah utara (Madiun) maupun barat (Wonogiri) tujuan Pacitan maupun Trenggalek dipecah melewati rute alternatif. ‘’Kami pasang rambu di beberapa titik persimpangan untuk mengarahkan pemudik ke jalur alternatif,’’ kata Kasi Pengawasan dan Pengendalian Lalin Angkutan Jalan Dishub Ponorogo Slamet Wahyudi, Sabtu (30/4).

Baca Juga :  Atas Nama Seni Pertunjukan, Agra Hadi Abdurrachman Tak Segan Pentas di Kuburan

Kendaraan dari arah Madiun menuju Pacitan dan Trenggalek disarankan belok kiri ke persimpangan Pabrik Es. Lanjut sampai persimpangan Pasar Pon dan Jeruksing. Pemudik tujuan Trenggalek disarankan lurus lewat Jalan Raya Siman. Pengendara tujuan Pacitan lewat Jalan Juanda tembus perempatan Tonatan. Lalu, belok kiri ke Jalan Basuki Rahmad, Jalan Ahmad Yani, tembus persimpangan Jenes ke arah selatan. ‘’Kami cegah kendaraan menumpuk di jalur kota,’’ lanjutnya.

Sementara kendaraan dari arah barat (Wonogiri) dialihkan ke selatan di persimpangan Somoroto. Melewati arah Ngumpul ke timur menuju Balong, tembus Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Rute alternatif itu disiapkan mengurangi beban antrean traffic light persimpangan jalan perkotaan. ‘’Agar tidak kumpul dan timbul kemacetan,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/