alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Pemkab Ponorogo Geber Vaksinasi Hingga Tutup Tahun

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada syarat jika cakupan vaksinasi ingin mencapai target ideal di akhir tahun ini. Yakni, setiap hari harus ada gerakan vaksinasi. Capaian minimal vaksin masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen jika Ponorogo ingin pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turun ke level 1. ‘’Kalau setiap hari ada vaksinasi, kemungkinan besar bisa tercapai,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Heni Lastari, Selasa (30/11).

Menurut dia, setiap puskesmas wajib menggelar vaksinasi di satu desa setiap hari. Sasarannya menyesuaikan stok vaksin yang tersedia. Pihaknya sekarang ini bukan hanya fokus vaksinasi lanjut usia (lansia). Kalangan pelajar dan pra-lansia ikut menjadi sasaran utama. Namun, Heni sempat meragukan stok vaksin yang sulit diprediksi. ‘’Berkebalikan dengan antusias masyarakat untuk mendapatkan suntikan vaksin,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dianggarkan Rp 2 M, Pemkab Ponorogo Bakal Bangun Sirkuit Tahun 2022

Sekarang ini tersedia 80 ribu dosis vaksin di dinkes. Jumlah itu belum ditambah persediaan vaksin dari TNI-Polri. Heni menyebut bahwa mayoritas persediaan vaksin adalah Sinovac. ‘’Itu untuk jatah dosis pertama dan kedua. Kalau lainnya, seperti AstraZeneca, untuk dosis kedua,’’ terang Heni.

Pihaknya juga sengaja membuka gerai vaksinasi di pusat keramaian. Bersamaan car free day (CFD) di Jalan Suromenggolo, persis di depan GOR Singodimedjo, misalnya. Warga Ponorogo tidak lagi kesulitan mencari lokasi vaksinasi. ‘’Kami coba memilih tempat yang mudah dijangkau,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada syarat jika cakupan vaksinasi ingin mencapai target ideal di akhir tahun ini. Yakni, setiap hari harus ada gerakan vaksinasi. Capaian minimal vaksin masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen jika Ponorogo ingin pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turun ke level 1. ‘’Kalau setiap hari ada vaksinasi, kemungkinan besar bisa tercapai,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Heni Lastari, Selasa (30/11).

Menurut dia, setiap puskesmas wajib menggelar vaksinasi di satu desa setiap hari. Sasarannya menyesuaikan stok vaksin yang tersedia. Pihaknya sekarang ini bukan hanya fokus vaksinasi lanjut usia (lansia). Kalangan pelajar dan pra-lansia ikut menjadi sasaran utama. Namun, Heni sempat meragukan stok vaksin yang sulit diprediksi. ‘’Berkebalikan dengan antusias masyarakat untuk mendapatkan suntikan vaksin,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Didemo, Pemkab Ponorogo Janji Perbaiki Jalan Jenangan-Kesugihan Tahun Depan

Sekarang ini tersedia 80 ribu dosis vaksin di dinkes. Jumlah itu belum ditambah persediaan vaksin dari TNI-Polri. Heni menyebut bahwa mayoritas persediaan vaksin adalah Sinovac. ‘’Itu untuk jatah dosis pertama dan kedua. Kalau lainnya, seperti AstraZeneca, untuk dosis kedua,’’ terang Heni.

Pihaknya juga sengaja membuka gerai vaksinasi di pusat keramaian. Bersamaan car free day (CFD) di Jalan Suromenggolo, persis di depan GOR Singodimedjo, misalnya. Warga Ponorogo tidak lagi kesulitan mencari lokasi vaksinasi. ‘’Kami coba memilih tempat yang mudah dijangkau,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru