alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Warga Ngadirojo Ponorogo Bedol Ratusan Makam sebelum Tenggelam

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pemakaman umum Lebak di Dusun Krajan, Ngadirojo, Sooko, Ponorogo, terancam tergenang air Waduk Bendo. Warga secara mandiri sengaja memindah makam leluhurnya itu sebelum keburu punah. Tak ada penggalian kerangka, sebatas memindahkan tanah kuburan lama ke makam yang lain. ‘’Mulai Minggu (28/11) kami pindahkan makam satu per satu,’’ kata Jumari, salah seorang warga yang memindahkan makam keluarganya, Selasa (30/11).

Keluarga almarhum atau almarhumah didampingi modin saat datang ke Makam Lebak. Mereka berdoa lebih dulu. Jika ada kijing yang selama ini terpasang sengaja dibuka. Sebagian tanah kuburan itu diambil lalu dikafani sebelum dibawa ke lokasi makam yang lain. Warga berbekal wadah berupa kardus agar mudah membawa kain kafan berisi tanah kuburan lama itu. Nisan-nisan yang masih utuh juga ikut dipindahkan. ‘’Sudah ada ratusan kuburan yang dipindah,’’ terang Jumari.

Lokasi makam yang lain itu berjarak cukup jauh. Warga harus membawa kardus berisi tanah kuburan dalam kafan melewati jalan terjal dan menyeberang sungai. Sedangkan lokasi makam lama berada di lereng Gunung Bayangkaki dan bersebelahan dengan Sungai Keyang. Berjarak sekitar 50 meter dari situ terdapat Waduk Bendo. Warga khawatir Makam Lebak tergenang bersamaan musim hujan datang. ‘’Ada yang memilih makam di Ploso, Karang Kidul, atau sebelah balai Desa Ngadirojo. Tergantung keluarga,’’ ungkap Jumari.

Baca Juga :  Nenek 89 Tahun Hangus Terbakar di Ladang

Kepala Desa Ngadirojo Pamuji mengatakan, bedol makam itu atas desakan warganya dan sudah terencana sejak lama. Sebab, mereka khawatir makam leluhurnya keburu ditenggelamkan air Waduk Bendo hingga kesulitan untuk berziarah. Makam Lebak terhitung paling tua di Ngadirojo karena sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Setidaknya ada empat generasi yang sudah dikebumikan. ‘’Yang dimakamkan di situ warga Ngadirojo dan sisanya warga Temon,’’ jelas Pamuji.

Pihaknya sudah mengajukan usul ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku pengelola Waduk Bendo agar menemui warga terdampak. Pertemuan rencananya berlangsung Kamis mendatang (2/12). Perwakilan BBWS bakal memberi penjelasan ke warga yang keluarganya dikuburkan di Makam Lebak. ‘’Apakah nanti ada ganti rugi, ditunggu saja,’’ tegas Pamuji.

Warga berinisiatif memindahkan makam lebih dulu secara swadaya. Sebab, mereka khawatir hujan yang terus mengguyur setiap hari hingga Makam Lebak keburu tergenang. Pamuji menyilakan warganya berembuk dengan perwakilan BBWS. Belum semua makam dipindahkan. ‘’Hampir semua setuju untuk pindah,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pemakaman umum Lebak di Dusun Krajan, Ngadirojo, Sooko, Ponorogo, terancam tergenang air Waduk Bendo. Warga secara mandiri sengaja memindah makam leluhurnya itu sebelum keburu punah. Tak ada penggalian kerangka, sebatas memindahkan tanah kuburan lama ke makam yang lain. ‘’Mulai Minggu (28/11) kami pindahkan makam satu per satu,’’ kata Jumari, salah seorang warga yang memindahkan makam keluarganya, Selasa (30/11).

Keluarga almarhum atau almarhumah didampingi modin saat datang ke Makam Lebak. Mereka berdoa lebih dulu. Jika ada kijing yang selama ini terpasang sengaja dibuka. Sebagian tanah kuburan itu diambil lalu dikafani sebelum dibawa ke lokasi makam yang lain. Warga berbekal wadah berupa kardus agar mudah membawa kain kafan berisi tanah kuburan lama itu. Nisan-nisan yang masih utuh juga ikut dipindahkan. ‘’Sudah ada ratusan kuburan yang dipindah,’’ terang Jumari.

Lokasi makam yang lain itu berjarak cukup jauh. Warga harus membawa kardus berisi tanah kuburan dalam kafan melewati jalan terjal dan menyeberang sungai. Sedangkan lokasi makam lama berada di lereng Gunung Bayangkaki dan bersebelahan dengan Sungai Keyang. Berjarak sekitar 50 meter dari situ terdapat Waduk Bendo. Warga khawatir Makam Lebak tergenang bersamaan musim hujan datang. ‘’Ada yang memilih makam di Ploso, Karang Kidul, atau sebelah balai Desa Ngadirojo. Tergantung keluarga,’’ ungkap Jumari.

Baca Juga :  Kunyit Ponorogo Tembus Pasar Ekspor

Kepala Desa Ngadirojo Pamuji mengatakan, bedol makam itu atas desakan warganya dan sudah terencana sejak lama. Sebab, mereka khawatir makam leluhurnya keburu ditenggelamkan air Waduk Bendo hingga kesulitan untuk berziarah. Makam Lebak terhitung paling tua di Ngadirojo karena sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Setidaknya ada empat generasi yang sudah dikebumikan. ‘’Yang dimakamkan di situ warga Ngadirojo dan sisanya warga Temon,’’ jelas Pamuji.

Pihaknya sudah mengajukan usul ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku pengelola Waduk Bendo agar menemui warga terdampak. Pertemuan rencananya berlangsung Kamis mendatang (2/12). Perwakilan BBWS bakal memberi penjelasan ke warga yang keluarganya dikuburkan di Makam Lebak. ‘’Apakah nanti ada ganti rugi, ditunggu saja,’’ tegas Pamuji.

Warga berinisiatif memindahkan makam lebih dulu secara swadaya. Sebab, mereka khawatir hujan yang terus mengguyur setiap hari hingga Makam Lebak keburu tergenang. Pamuji menyilakan warganya berembuk dengan perwakilan BBWS. Belum semua makam dipindahkan. ‘’Hampir semua setuju untuk pindah,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru