alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

180 Warga Ponorogo Terjangkit DBD

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan sampai terulang. Status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) seperti akhir Januari 2019 silam tatkala ada 172 warga terjangkit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo dari tiga rumah sakit, tercatat 180 pasien dirawat selama Desember ini dengan diagnosis terserang DBD. Jumlah itu dipastikan bertambah jika pasien DBD yang dirawat di RSU Darmayu dan RSU Muslimat ikut terdata.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran RSU Aisyiyah Ponorogo Muh. Arbain kemarin (29/12) menyebutkan, ada 23 pasien DBD yang kini opname di rumah sakitnya. Tujuh di antaranya anak-anak. Sepanjang Desember sudah 59 pasien dengue hemorrhagic fever (DHF) atau DBD yang dirawat. Tercatat lonjakan kasus yang cukup signifikan di bulan ini lantaran hanya 17 pasien DBD yang dirawat selama November lalu. Puluhan pasien kini menempati ruang isolasi Covid-19 yang kosong. ‘’Ada 44 tempat tidur. Kami sengaja menyisakan lima bed untuk pasien Covid-19,’’ kata Arbain, Kamis (30/12).

Baca Juga :  Distribusi Vaksin ke Ponorogo Telat Sepekan

Lonjakan kasus DBD juga terdata di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Total pasien yang terinfeksi virus dengue itu yang dirawat selama Desember mencapai 66 orang. Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RSU Muhammadiyah Ponorogo Wasis mengatakan bahwa domisili pasien berasal dari Kecamatan Sawoo, Balong, dan Kecamatan Kauman. ‘’Saya berharap masyarakat lebih waspada dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan,’’ ujarnya sembari menyebut jumlah pasien DBD sepanjang November hanya 31 orang.

Sementara itu, tercatat 39 pasien DBD yang tengah dirawat di RSUD dr Harjono. Selama Desember terdata 55 pasien. Kasubbag Humas dan Publikasi RSUD dr Harjono Sayudi Joko Handoko mengungkapkan bahwa sebagian pasien DBD itu adalah anak-anak. Namun, belum muncul kematian akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. ‘’Pasien dalam kondisi yang kritis masih bisa kami tangani,’’ tuturnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan sampai terulang. Status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) seperti akhir Januari 2019 silam tatkala ada 172 warga terjangkit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo dari tiga rumah sakit, tercatat 180 pasien dirawat selama Desember ini dengan diagnosis terserang DBD. Jumlah itu dipastikan bertambah jika pasien DBD yang dirawat di RSU Darmayu dan RSU Muslimat ikut terdata.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran RSU Aisyiyah Ponorogo Muh. Arbain kemarin (29/12) menyebutkan, ada 23 pasien DBD yang kini opname di rumah sakitnya. Tujuh di antaranya anak-anak. Sepanjang Desember sudah 59 pasien dengue hemorrhagic fever (DHF) atau DBD yang dirawat. Tercatat lonjakan kasus yang cukup signifikan di bulan ini lantaran hanya 17 pasien DBD yang dirawat selama November lalu. Puluhan pasien kini menempati ruang isolasi Covid-19 yang kosong. ‘’Ada 44 tempat tidur. Kami sengaja menyisakan lima bed untuk pasien Covid-19,’’ kata Arbain, Kamis (30/12).

Baca Juga :  Ponorogo Nihil Kasus Covid-19, Tinggal Suspek Satu

Lonjakan kasus DBD juga terdata di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Total pasien yang terinfeksi virus dengue itu yang dirawat selama Desember mencapai 66 orang. Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RSU Muhammadiyah Ponorogo Wasis mengatakan bahwa domisili pasien berasal dari Kecamatan Sawoo, Balong, dan Kecamatan Kauman. ‘’Saya berharap masyarakat lebih waspada dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan,’’ ujarnya sembari menyebut jumlah pasien DBD sepanjang November hanya 31 orang.

Sementara itu, tercatat 39 pasien DBD yang tengah dirawat di RSUD dr Harjono. Selama Desember terdata 55 pasien. Kasubbag Humas dan Publikasi RSUD dr Harjono Sayudi Joko Handoko mengungkapkan bahwa sebagian pasien DBD itu adalah anak-anak. Namun, belum muncul kematian akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. ‘’Pasien dalam kondisi yang kritis masih bisa kami tangani,’’ tuturnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/