alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Sungguh Keji, Bayi Dikubur di Saluran Irigasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ayunan cangkul Prayogo, 25, warga Kaponan, Mlarak, mengenai sesuatu yang aneh. Saat menggali saluran irigasi, cangkulnya menyangkut kain putih. Begitu ditarik, ada sosok mungil tak bernyawa terbungkus kain itu. ‘’Setelah saya perhatikan, ternyata bayi laki-laki. Langsung saya panggil orang-orang,’’ ujarnya Kamis (30/1).

Sontak, penemuan jasad bayi sekitar pukul 10.00 itu menggegerkan warga setempat. Apalagi, saat itu Prayogo dan warga lainnya sedang kerja bakti membersihkan saluran irigasi desa. Mendengar teriakan Prayogo, warga pun berhamburan mendekatinya. ‘’Terbungkus kain kafan, terkubur. Baunya menyengat,’’ beber pemuda itu.

Saikun, 55, warga setempat, menyebut orok itu masih dalam kondisi utuh. Diperkirakan panjangnya sekitar 50 sentimeter. Kulitnya sudah pucat pasi. ‘’Sepertinya sudah dikubur sejak empat atau lima hari yang lalu,’’ duga Saikun.

Sebelum polisi tiba, warga sudah berjubel di tempat kejadian perkara (TKP). Saikun enggan berspekulasi orang yang tega mengubur jasad bayi tersebut di saluran irigasi. ‘’Ini perbuatan keji. Miris melihatnya,’’ akunya.

Tak tanggung-tanggung, temuan ini mendapat perhatian langsung Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto. Dia turun tangan mengawal olah TKP yang dilakukan penyidik sekitar pukul 11.30. Usai olah TKP, polisi mengevakuasi jasad bayi laki-laki itu ke RSUD dr Harjono. ‘’Tim forensik RS Bhayangkara, Kediri, yang melakukan otopsi. Kami akan terus dalami penemuan ini dengan memeriksa saksi-saksi,’’ terang Arief. (naz/c1/sat)

Baca Juga :  Atap Bocor, Dagangan Membusuk, Pedagang Terpuruk

Polisi Menduga Sengaja Dibuang

TIDAK hanya warga, polisi pun menyimpan tanda tanya besar temuan jasad orok di saluran irigasi Desa Kaponan, Mlarak. Pasalnya, lokasinya tidak wajar. Kendati terbungkus kafan, bayi laki-laki itu dikubur di saluran irigasi. Bukan di tempat pemakaman umum (TPU). ‘’Dibunuh dulu atau seperti apa, belum dapat dipastikan,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto.

Jasad itu dikubur sedalam sekitar 30 sentimeter. Saluran irigasi itu cukup jauh dari permukiman warga. Terdekat berjarak sekitar satu kilometer. Sehingga, polisi menduga bayi malang itu sengaja dibuang. Entah oleh siapa. ‘’Ini yang perlu diselidiki lebih dalam,’’ ujarnya.

Arief turun langsung ke lokasi penemuan jasad bayi tersebut. Dia menduga, bayi meninggal tidak wajar. Usianya diperkirakan sekitar delapan bulan dalam kandungan. Artinya, sudah cukup umur untuk lahir. Saat ditemukan, meski utuh namun sudah membusuk. Diduga pula, penguburan lebih dari satu hari yang lalu.

Kapolres langsung meminta RS Bhayangkara, Kediri, untuk melakukan otopsi jasad  tersebut bersama dokter RSUD dr Harjono, Ponorogo. Arief belum bisa membeber informasi penting yang didapat dari olah TKP dan otopsi di RSUD. ‘’Hasil otopsi akan memberikan gambaran dan informasi yang lebih jelas terkait dugaan penyebab kematian. Sampai saat ini, upaya itu masih dilakukan tim dari RS Bhayangkara, Kediri,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ayunan cangkul Prayogo, 25, warga Kaponan, Mlarak, mengenai sesuatu yang aneh. Saat menggali saluran irigasi, cangkulnya menyangkut kain putih. Begitu ditarik, ada sosok mungil tak bernyawa terbungkus kain itu. ‘’Setelah saya perhatikan, ternyata bayi laki-laki. Langsung saya panggil orang-orang,’’ ujarnya Kamis (30/1).

Sontak, penemuan jasad bayi sekitar pukul 10.00 itu menggegerkan warga setempat. Apalagi, saat itu Prayogo dan warga lainnya sedang kerja bakti membersihkan saluran irigasi desa. Mendengar teriakan Prayogo, warga pun berhamburan mendekatinya. ‘’Terbungkus kain kafan, terkubur. Baunya menyengat,’’ beber pemuda itu.

Saikun, 55, warga setempat, menyebut orok itu masih dalam kondisi utuh. Diperkirakan panjangnya sekitar 50 sentimeter. Kulitnya sudah pucat pasi. ‘’Sepertinya sudah dikubur sejak empat atau lima hari yang lalu,’’ duga Saikun.

Sebelum polisi tiba, warga sudah berjubel di tempat kejadian perkara (TKP). Saikun enggan berspekulasi orang yang tega mengubur jasad bayi tersebut di saluran irigasi. ‘’Ini perbuatan keji. Miris melihatnya,’’ akunya.

Tak tanggung-tanggung, temuan ini mendapat perhatian langsung Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto. Dia turun tangan mengawal olah TKP yang dilakukan penyidik sekitar pukul 11.30. Usai olah TKP, polisi mengevakuasi jasad bayi laki-laki itu ke RSUD dr Harjono. ‘’Tim forensik RS Bhayangkara, Kediri, yang melakukan otopsi. Kami akan terus dalami penemuan ini dengan memeriksa saksi-saksi,’’ terang Arief. (naz/c1/sat)

Baca Juga :  Mantan Pegawai Kepergok Maling Beras

Polisi Menduga Sengaja Dibuang

TIDAK hanya warga, polisi pun menyimpan tanda tanya besar temuan jasad orok di saluran irigasi Desa Kaponan, Mlarak. Pasalnya, lokasinya tidak wajar. Kendati terbungkus kafan, bayi laki-laki itu dikubur di saluran irigasi. Bukan di tempat pemakaman umum (TPU). ‘’Dibunuh dulu atau seperti apa, belum dapat dipastikan,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto.

Jasad itu dikubur sedalam sekitar 30 sentimeter. Saluran irigasi itu cukup jauh dari permukiman warga. Terdekat berjarak sekitar satu kilometer. Sehingga, polisi menduga bayi malang itu sengaja dibuang. Entah oleh siapa. ‘’Ini yang perlu diselidiki lebih dalam,’’ ujarnya.

Arief turun langsung ke lokasi penemuan jasad bayi tersebut. Dia menduga, bayi meninggal tidak wajar. Usianya diperkirakan sekitar delapan bulan dalam kandungan. Artinya, sudah cukup umur untuk lahir. Saat ditemukan, meski utuh namun sudah membusuk. Diduga pula, penguburan lebih dari satu hari yang lalu.

Kapolres langsung meminta RS Bhayangkara, Kediri, untuk melakukan otopsi jasad  tersebut bersama dokter RSUD dr Harjono, Ponorogo. Arief belum bisa membeber informasi penting yang didapat dari olah TKP dan otopsi di RSUD. ‘’Hasil otopsi akan memberikan gambaran dan informasi yang lebih jelas terkait dugaan penyebab kematian. Sampai saat ini, upaya itu masih dilakukan tim dari RS Bhayangkara, Kediri,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/