Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerpen Wayang Garuda Yeksa 4: Kepanikan Raden Utara

K
Penulis: Ki Damar❯
Ilustrasi kereta kencana Garuda Yeksa dalam cerita wayang. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi kereta kencana Garuda Yeksa dalam cerita wayang. (RADAR MADIUN)

Advertisement

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

Advertisement

Advertisement

Panah-panah mulai menghantam badan kereta.

Tak... tak... tak...!

Benturan demi benturan mengguncang Garuda Yaksa.

Raden Utara tak sanggup lagi menahan rasa takut yang menguasai dirinya.

"Aku tidak mau mati!"

Tanpa berpikir panjang, ia melompat turun dari Garuda Yaksa, lalu berlari secepat mungkin menuju hutan.

"Wahai Raden! Tunggu!"

Wrehatnala segera menghentikan kereta, kemudian mengejar Raden Utara yang terus berlari tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Sambil berlari, Utara berteriak dengan suara bergetar.

"Biarkan aku! Aku bukan tandingan mereka! Aku tidak ingin mati sia-sia!"

Wrehatnala terus mengejarnya.

"Raden! Berhentilah!"

Namun, Utara justru mempercepat langkahnya hingga memasuki rimbunnya pepohonan.

Dari kejauhan, Patih Sengkuni menyaksikan peristiwa itu. Senyum sinisnya berubah menjadi tawa yang menggelegar.

"Hahaha! Lihatlah putra Prabu Durgandana!"

Dursasana ikut tertawa sambil menepuk-nepuk pahanya.

"Itukah kesatria yang hendak melawan Astina? Baru melihat hujan panah saja sudah lari tunggang-langgang!"

Sengkuni kembali berseru lantang agar seluruh pasukan dapat mendengarnya.

"Lihat baik-baik! Negeri Wirata kini dipimpin oleh seorang pengecut!"

Gelak tawa pasukan Kurawa pun menggema di seluruh medan laga. Dursasana bahkan sampai memegangi perutnya karena tak mampu menahan tawanya.

Setelah itu, ia melangkah mendekati pamannya, Patih Sengkuni, sambil menunjuk ke arah hutan tempat Raden Utara melarikan diri.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Advertisement

Artikel Terkait

Cerpen Wayang Rahasia Randu Alas Bagian 2: Terungkapnya Pusaka Milik Raden Arjuna

Cerpen Wayang Rahasia Randu Alas Bagian 2: Terungkapnya Pusaka Milik Raden Arjuna

Raden Utara terkejut menemukan pusaka Arjuna di pohon randu alas. Cahaya Panah Pasupati mulai mengungkap jati diri Wrehatnala.

Cerpen Wayang Rahasia Randu Alas Bagian 1: Rahasia Besar yang Tersembunyi di Dahan Randu

Cerpen Wayang Rahasia Randu Alas Bagian 1: Rahasia Besar yang Tersembunyi di Dahan Randu

Raden Utara mengira melihat pocong di pohon randu alas. Wrehatnala justru mengungkap bahwa bungkusan itu menyimpan rahasia besar.

Cerpen Wayang Wrehatnala Tantang Raden Utara 3: Satu Permintaan Tak Terduga

Cerpen Wayang Wrehatnala Tantang Raden Utara 3: Satu Permintaan Tak Terduga

Raden Utara mengaku tak sanggup melawan Astina. Wrehatnala lalu mengajukan permintaan yang membuat sang pangeran tercengang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer