Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 1: Api di Waranawata

K
Penulis: Ki Damar❯
Ilustrasi kejahatan tokoh Sengkuni dalam cerita lakon wayang. (KI DAMAR)
Ilustrasi kejahatan tokoh Sengkuni dalam cerita lakon wayang. (KI DAMAR)

Advertisement

Cerpen Lakon Wayang Oleh: Ki Damar

Senja itu, Astina tampak berbeda dari biasanya. Di bangsal agung, aroma dupa bercampur dengan hawa ketegangan.

Puntadewa akan segera dinobatkan menjadi raja. Namun, di balik senyum para Kurawa, ada racun yang tengah diracik perlahan. Sengkuni berdiri di sudut ruangan.

Advertisement

Matanya licik, senyumnya tajam bak pisau yang disembunyikan di balik kain sutra.

"Kanjeng Prabu Dretarastra," ujar Sengkuni dengan suara lembut yang dibuat-buat, "sebelum Puntadewa jumeneng raja, alangkah baiknya jika Pandawa dan Kurawa bertirakat terlebih dahulu. Biar hati mereka bersih, biar wahyu turun. Hamba mengusulkan agar dibangun sebuah bale yang indah di Hutan Waranawata. Namanya Bale Gala-Gala. Di sana sejuk dan tenang, cocok untuk prihatin."

Dretarastra, yang buta matanya sekaligus lebih buta hatinya, mengangguk setuju.

Advertisement

"Usul yang bagus, Paman Sengkuni. Bangunlah bale itu. Biar anak-anakku semua bisa bertirakat bersama."

Pandawa mengangguk patuh. Namun, Kunthi, sang ibu, hanya terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu, setiap kali Sengkuni tersenyum manis, pasti ada maut yang mengintai di baliknya.

Sengkuni tersenyum semakin lebar dalam hati.

"Beres," bisiknya kepada Duryudana. "Bale itu akan kubuat dari kayu, damar, dan segala bahan yang mudah terbakar. Purocana yang akan membangunnya. Begitu Pandawa tertidur pulas, kita bakar! Habis sudah Pandawa. Astina akan menjadi milikmu, Duryudana."

Advertisement

Artikel Terkait

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 3 Habis: Pandawa Bangkit dari Abu, Takdir Tak Bisa Dibakar

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 3 Habis: Pandawa Bangkit dari Abu, Takdir Tak Bisa Dibakar

Cerpen lakon wayang Bale Gala-Gala mengisahkan keselamatan Pandawa dari jebakan maut Sengkuni dan Kurawa. Meski Bale Gala-Gala telah menjadi abu, kebenaran dan takdir tak pernah bisa dibakar.

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 2: Garangan Putih Penyelamat Pandawa dari Kobaran Api

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 2: Garangan Putih Penyelamat Pandawa dari Kobaran Api

Cerpen lakon wayang Bale Gala-Gala mengisahkan pengkhianatan Sengkuni dan Kurawa yang membakar Pandawa hidup-hidup. Namun, pertolongan Garangan Putih mengubah jebakan maut menjadi jalan keselamatan.

Lahirnya Sengkuni Modern: Saat Suara Rakyat Dianggap Kegaduhan

Lahirnya Sengkuni Modern: Saat Suara Rakyat Dianggap Kegaduhan

Refleksi budaya atas matinya suara rakyat di era modern. Kemunculan Sengkuni modern dan bangkitnya perlawanan Semar-Semar baru di jalanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer