Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LAKON WAYANG | Anggaraparna (1) - Terimalah, Pandawa

K
Penulis: Ki Damar❯

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Anggaraparna (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Anggaraparna (AI GENERATED/CHAT GPT)

DI Kerajaan Astina, setelah Kurupati menjadi raja dengan gelar Prabu Duryudana, Destarata menyesal karena mendengar kabar bahwa Pandawa telah meninggal.


Advertisement

Padahal, sebenarnya Pandawa masih hidup dan selamat. Rencana awalnya, Astina akan diserahkan kepada Pandawa.

Sebagai pengganti kekuasaan di Astina, Destarata meminta maaf kepada Pandawa.

Berkat kebijaksanaan Bisma dan Destarata, Pandawa akhirnya diberi hutan Mrentani atau Wanamarta sebagai gantinya.

Advertisement

Bisma menyarankan Pandawa untuk mengubah hutan tersebut menjadi tempat tinggal atau bahkan menjadi negara di masa depan.

Bima, yang mewakili saudara-saudaranya, merasa tidak nyaman dengan pemberian tersebut.

Baginya, keluarga adalah hal yang paling penting.

Advertisement

"Sudahlah, cucuku. Terimalah saja. Jika tidak, eyang dan uwakmu akan merasa bersalah seumur hidup," kata Bisma.

Bima memahami ketulusan eyangnya dan uwaknya, sehingga ia tidak tega menolak.

Ia pun menerima pemberian itu, meskipun ia meminta agar mereka tidak berharap terlalu banyak, karena bagi Bima, keluarga dan ibunya adalah kerajaan terbesar baginya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Advertisement
Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Tahta Astina Milik Siapa? Ketika Negara Dikavling Satu Keluarga (Bagian 2)

Tahta Astina Milik Siapa? Ketika Negara Dikavling Satu Keluarga (Bagian 2)

Melanjutkan lakon Dinasti Astina, Ki Damar menyoroti watak penguasa yang gemar mencari kambing hitam untuk menutupi aib, sebuah ironi yang mirip dengan realita saat ini.

Tahta Astina Milik Siapa? Ketika Negara Dikavling Satu Keluarga (Bagian 1)

Tahta Astina Milik Siapa? Ketika Negara Dikavling Satu Keluarga (Bagian 1)

Kolom opini Ki Damar mengupas anatomi kekuasaan Kerajaan Astina. Duryudana tak bisa dijatuhkan karena ia berlindung di balik sistem keluarga yang menguasai negara.

Pandawa, Astina, dan Pertanyaan Besar: Sebenarnya Kita Sudah Merdeka dari Apa?

Pandawa, Astina, dan Pertanyaan Besar: Sebenarnya Kita Sudah Merdeka dari Apa?

Benarkah kemerdekaan sudah dirasakan rakyat? Kisah Pandawa dan Astina mengajak kita melihat kembali arti merdeka setelah 81 tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer