Oleh: Ki Damar (*)
TOKOH satu ini termasuk yang paling terkenal dari dunia pewayangan. Gatutkaca adalah anak Werkudara atau Bima dengan Dewi Arimbi.
Adapun, Arimbi merupakan putri dari Raja Pringgondani Prabu Tremboko, seorang raksasa. Tak heran delapan anaknya semua raksasa.
Mereka adalah Arimba, Arimbi, Brajadenta, Brajamusti, Brajawikalpa, Brajalamadan, Prabakesa, dan Kalabendana.
Dari pernikahannya, Werkudara dan Arimbi mempunyai anak yang sangat sakti bernama Raden Gatutkaca.
Ketika dia masih bayi, dia mampu mengalahkan raja raksasa bernama Prabu Kala Pracona dan patihnya bernama Sekipu.
Karena merasa diremehkan, Kala Pracona tidak mau melawan Jabang Tetuka (nama kecil Gatutkaca).
Lalu oleh dewa, si kecil Gatutkaca dimandikan di kawah Candradimuka, dan dilebur bersamaan dengan senjata-senjata kadewatan.
Setelah keluar, Gatutkaca menjadi satria gagah perkasa.
Batara Guru memberinya pusaka Kotang Antrakusuma, Caping Basunanda, dan Terompah Padakacarma yang bisa membuat dia terbang ke angkasa dan berperang diwaktu gelap.
Arti Gatutkaca sendiri adalah kumpulan dari barang-barang tajam.
Semua badannya adalah senjata-senjata kadewatan. Tak heran dia bisa mengalahkan Patih Sekipu dan Prabu Kala Pracona.
Dia mempunyai istri bernama Pregiwa, anak pamannya yang bernama Raden Arjuna.
Dalam pernikahan ini dia mempunyai anak yang sangat mirip dengan Gatutkaca yang bernama Raden Sasikirana.
Gatutkaca sendiri adalah senopati Amarta dan menjadi senopati perang Baratayuda. (*/naz)
(*) Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani