Oleh: Ki Damar*
PUNAKAWAN merupakan tokoh wayang yang cukup populer di masyarakat. Ada Semar, Bagong, Petruk, Gareng, dan lainnya.
Semar adalah tokoh punakawan yang mendampingi satria berbudi luhur.
Dia adalah pangejawantahan dari seorang dewa bernama Batara Ismaya.
Ismaya sendiri merupakan putra dari sang Hyang Tunggal. Semar dilambangkan sosok pamomong nusantara.
Suatu ketika, Hyang Tunggal membuat sayembara.
Barang siapa dapat menelan Gunung Himalaya, maka ia akan diwisuda menduduki kahyangan menjadi dewanya para dewa.
Diketahui, Hyang Tunggal memiliki tiga anak.
Mereka di antaranya Batara Antaga, Batara Ismaya, dan Batara Manikmaya.
Antaga, si sulung, langsung mencoba memakan Himalaya bulat-bulat karena ia terlalu terobsesi dengan gunung.
Lantaran tidak kuat mengunyah, mulutnya menjadi lebar. Ia lalu berubah wujud menjadi sosok buruk rupa bernama Togok.
Ismaya punya cara berbeda. Menggunakan akalnya, gunung itu ia makan sedikit demi sedikit. Namun pada akhirnya, perutnya menjadi besar.
Karena terlalu kenyang, perutnya berubah gendut. Karena itu ia akhirnya menyandang nama Semar.
Sementara itu, Manikmaya, si bungsu, mencoba memakan gunung itu kecil-kecil menggunakan tangannya.
Adapun yang ia makan merupakan sisa dari kedua kakaknya.
Namun, ia dianggap berhasil menuntaskan sayembara menghabiskan Himalaya.
Pada akhirnya, Manikmaya memang diangkat menjadi dewanya para dewa. Namun, capaian itu juga tak lepas dari usaha kedua kakaknya. (naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani