DALAM kisah Ambangan Candi Saptaharga/Saptaraga, Dewi Mustakaweni, putri dari Prabu Niwatakawaca (Nirbita) Raja Kerajaan Imantaka/Imanimantaka atau Manikmantaka, berhasil mencuri pusaka Kiai Jamus Kalimasada.
Cara mencurinya, dengan menyamar menjadi Gatutkaca, sehingga dengan mudah ia dapat membawa lari pusaka tersebut.
Jamus Kalimasada kemudian menjadi rebutan antara kedua negara itu.
Muncul kekacauan dampak kondisi tersebut.
Petruk berkesempatan menyembunyikan Kalimasada.
Alhasil, dia mendapat kekuatan yang ampuh.
Petruk dapat menjadi raja menduduki singgasana Kerajaan Lojitengara dan bergelar Prabu Belgeduelbeh.
Lakon ini terkenal dengan judul Petruk dadi Ratu (Petruk jadi Raja).
Prabu Belgeduelbeh dengan kesaktiannya dapat membuka rahasia Prabu Pandupragola, raja negara Tracanggribig, yang tidak lain adalah kakaknya sendiri, yaitu Nala Gareng.
Dan sebaliknya, Bagong-lah yang menurunkan Prabu Belgeduelbeh dari takhta kerajaan Lojitengara dan membongkar rahasia.
Prabu Belgeduelbeh menjadi Petruk kembali.
Kalimasada kemudian dikembalikan kepada pemilik aslinya, Prabu Puntadewa. (*/den)
*/Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan