"BARANG ini tidak baik dimiliki oleh manusia. Anjani, kemarilah dan jawab pertanyaan ayahmu ini dengan jujur!" perintah Resi Gutama.
Anjani ketakutan dan tidak menjawab pertanyaan ayahnya.
"Jangan diam saja, karena barang ini bukan hal biasa atau sembarangan, Anjani. Dewa siapa yang memberikan ini?" tanya Resi Gutama.
Anjani menjelaskan bahwa dia tidak tahu siapa dewa yang memberi, karena sebenarnya yang memberi cupu manik astagina ini adalah ibunya, yang tidak lain istri Resi Gutama sendiri.
Mengetahui hal itu, Resi Gutama terkejut dan hampir jatuh pingsan.
"Windradi, jujurlah! Siapa yang memberi cupu manik astagina ini?" tanya Resi Gutama dengan nada tinggi kepada istrinya.
"Apakah kamu pikir aku diam karena tidak tahu? Siapa wanita yang memiliki cupu manik astagina itu artinya dia sudah pernah digauli oleh dewa. Jawab, Windradi!" Resi Gutama mendesak.
Windradi hanya diam dan mulai berkeringat, tidak menyangka bahwa rahasianya akan terbongkar.
"Kenapa kamu diam? Berarti semua itu benar, bahwa kamu melakukan hubungan dengan dewa? Kenapa kamu diam saja seperti tugu, Windradi?" ucap Resi Gutama.
Seketika, wujud Dewi Windradi berubah menjadi tugu. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani