Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Kapi Premuja (4) - Pertarungan Kedua

Ki Damar • Selasa, 6 Agustus 2024 | 03:15 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Kapi Premuja (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Kapi Premuja (AI GENERATED/CHAT GPT)

"BATARA Guru saja takut padaku, jadi jangan dibahas lagi. Aku ingin kembang Dewa Retna," ujar Dasamuka, dengan penuh kesombongan.

"Karena hanya bunga itulah yang menjadi kelemahan Prabu Ramawijaya dan pasukan keranya," sambung Dasamuka.

"Adikku, Prabu Rama adalah titisan Hyang Wisnu. Jika kau ikut campur dan membuat masalah dengannya, maka kamu sendiri yang akan rugi, Yayi," jawab Daneswara.

"Jangan coba-coba menakutiku! Apakah kau tidak percaya dengan kekuatanku? Ingat, kamu menjadi dewa karena mati di tanganku," sahut si adik.

"Maka dari itu, balas budilah kamu padaku. Tanpa aku bunuh, kau tidak akan menjadi dewa," lanjut Dasamuka.

"Cukup, Yayi. Jika diteruskan, tidak akan baik jadinya. Yang pasti, kamu tidak akan mendapatkan kembang Dewa Retna."

"Aku kini tegas padamu, adikku. Bukan karena aku benci, tapi karena ini adalah kewajibanku," imbuh Batara Daneswara.

Baca Juga: Daftar Penghargaan Individu Piala Presiden 2024: Lokolingoy Best Player, Arkhan Pemain Muda Terbaik

Mendengar ucapan itu, Dasamuka sangat marah dan taringnya memanjang layaknya pedang.

"Jika kau tidak memberikannya, maka aku akan merebutnya paksa!" serunya sambil berlari menuju bunga yang sangat harum, kembang Dewa Retna.

Daneswara dan Dasamuka akhirnya kembali bertarung. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dasamuka #kera #cerpen #narada #Lakon #wayang #kapi