Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Alasan Prabu Salya Hanya Bisa Dikalahkan oleh Puntadewa, Ada Faktor Hati

Ki Damar • Selasa, 24 Desember 2024 | 23:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Prabu Salya
Ilustrasi tokoh wayang Prabu Salya

DI masa mudanya, Prabu Salya dikenal dengan nama Narasoma. Ia adalah putra Prabu Mandrapati, penguasa negara Mandaraka, dan permaisuri Dewi Tejawati.

Tokoh wayang ini memiliki seorang saudara kandung, Dewi Madri (juga dikenal sebagai Dewi Madrim), yang menikah dengan Prabu Pandu, raja Astina.

Prabu Salya menikah dengan Dewi Pujawati atau Dewi Setyawati, putri Begawan Bagaspati, brahmana raksasa dari Argabelah, dan Dewi Darmastuti, seorang hapsari atau bidadari.

Dari pernikahan ini, Prabu Salya dikaruniai lima orang anak, yaitu Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Dewi Banowati, Arya Burisrawa, dan Bambang Rukmarata.

Prabu Salya dikenal sangat sakti, terutama setelah menerima warisan Aji Candrabirawa dari mendiang mertuanya, Begawan Bagaspati.

Menurut beberapa dalang, Begawan Bagaspati mati bukan karena dibunuh oleh Salya, melainkan karena ia sangat mencintai putri dan menantunya sehingga rela mati.

Tujuannya untuk menurunkan ajian rahasianya kepada Narasoma atau Salya sebagai simbol kasih sayang orang tua pada anaknya.

Dalam perang Baratayudha, para prajurit mengalami kebingungan karena setiap Buto Bajang yang dibunuh akan berlipat ganda sepuluh kali.

Situasi ini membuat pasukan Pandawa terdesak.

Prabu Kresna mengungkapkan bahwa ajian ini hanya bisa dikalahkan oleh seseorang yang memiliki jiwa sabar dan bersih, dengan darah putih seperti Bagawan Bagaspati.

Orang tersebut adalah Prabu Puntadewa. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #salya #Tokoh #wayang