Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Aswatama Masih Berhasrat Kalahkan Pandawa, Hidupnya Berakhir Tragis oleh Putra Abimanyu

Ki Damar • Rabu, 26 Februari 2025 | 22:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Aswatama Kandas
Ilustrasi lakon wayang Aswatama Kandas

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

BAMBANG Aswatama adalah putra Dahyang Durna dengan Dewi Wilotama, seorang bidadari kahyangan.

Secara garis keturunan, Aswatama adalah keturunan pendeta, mengingat ayahnya adalah Dahyang Durna, guru besar para Pandawa dan Kurawa.

Meskipun berpihak kepada kerajaan Astina, keberadaan Aswatama tidak selalu tampak nyata dalam Perang Baratayudha.

Ia dikenal sebagai sosok yang penuh kebencian terhadap Pandawa, musuh bebuyutannya.

Selain itu, ia juga sangat tidak menyukai Dewi Banowati, yang meskipun menjadi permaisuri Prabu Suyudana (Duryudana), hatinya selalu condong kepada Pandawa.

Baginya, Banowati adalah musuh dalam selimut yang harus disingkirkan.

Dalam Perang Baratayudha, Aswatama dikenal memiliki kecerdikan luar biasa dalam memahami taktik musuh.

Ia selalu berada dalam posisi yang menguntungkan dan tidak mudah dikalahkan. Namun, setelah perang usai, dendamnya terhadap Pandawa tak juga reda.

Ia merencanakan pembalasan dengan menggali terowongan menuju rumah Pandawa.

Di sana, ia menemukan Parikesit, putra Angkawijaya (Abimanyu), yang saat itu masih dalam ayunan.

Semula ingin menyerang, tetapi tiba-tiba si bayi menangis sekeras-kerasnya dan tanpa sengaja menendang panah Pasopati yang ditempatkan sebagai penjaga dirinya.

Panah tersebut terpental dan melesat dengan cepat, tepat mengenai leher Aswatama.

Dengan demikian, Aswatama tewas oleh kekuatan senjata sakti yang tidak disangkanya akan menjadi akhir hidupnya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Pandawa #Baratayudha #Tokoh #wayang