Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Lesmana Krida 3, Bapak yang Berduka Itu Pergi ke Medan Laga

Ki Damar • Selasa, 9 Desember 2025 | 01:45 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Lesmana
Ilustrasi tokoh wayang Lesmana

Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

Dewi Iswani, meski hatinya remuk oleh duka, kini berdiri tegar di samping suaminya.

Dengan tangan gemetar ia membantu Kumbakarna mengenakan busana kebesaran seorang ksatria, busana perang yang hanya dipakai pada saat-saat genting.

“Kelak, sejarah Alengka akan mengenang langkah kita,” ujar Kumbakarna lirih namun mantap. “Di luar kehendak raja sekalipun, aku berangkat bukan untuk memuaskan ambisi siapa pun. Aku pergi karena tanah kelahiran kita diinjak-injak. Tegakkan tubuhmu, istriku.”

Iswani mengusap air mata yang terus menetes.

“Kakang mas… pulanglah dengan selamat. Hanya engkaulah satu-satunya yang kupunya di dunia ini.”

Kumbakarna mengangguk, lalu berbalik meninggalkan kasatriannya. Tubuhnya menjulang gagah, meski langkahnya diselimuti kesedihan. Di tengah perjalanan, ia dihadang Togog yang datang dengan wajah sendu.

“Gusti, apakah paduka tidak ingin menengok pusara anak-anak paduka?” tanya Togog perlahan.

“Di mana, Gog?”

Togog menunjuk gundukan tanah yang masih basah dengan bunga-bunga segar di atasnya.

“Itulah makam keduanya, Raden.”

Kumbakarna menatap jauh, dadanya bergetar.

“Biarkan aku berdoa dari sini saja, Gog. Jika aku mendekat dan melihat pusara itu… aku takut lututku tak sanggup berdiri. Aku harus menjaga semangatku tetap menyala. Kau menjadi saksi bahwa hari ini aku berangkat sebagai ksatria Alengka, bukan demi raja… tapi demi kebenaran.”

Ia melanjutkan perjalanan. Dari kejauhan, pasukan kera telah menutup jalannya. Suara geraman mereka memenuhi udara.

Kumbakarna mengaum lantang.

“Minggir kalian! Kalian bukan tandinganku! Suruh ke mari kera putih dan kera merah yang membunuh putra-putraku! Jangan kalian kirim anak-anak! Jika memang mampu, bunuhlah aku, bapaknya!”

Namun para wanara tak memberi celah. Tanpa menunggu komando, pasukan kera itu menyerbu serentak, mengerubungi tubuh Kumbakarna yang besar hingga terselimuti sepenuhnya oleh lompatan dan cakar para prajurit Ramawijaya.

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#lesmana #Lakon #wayang #Kumbakarna