
Jawa Pos Radar Madiun – Transformasi bisnis yang dijalankan BRI mulai terkonversi menjadi pertumbuhan kinerja.
Hingga triwulan II 2026, laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan penguatan bisnis, efisiensi, digitalisasi, budaya kerja, hingga manajemen risiko.
Aset BRI bahkan telah mencapai Rp2.352 triliun atau meningkat 11,7 persen yoy.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, transformasi dijalankan untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi serta ketidakpastian global.
’’Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat,’’ ujarnya dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8).
Melalui BRIVolution Reignite, perseroan menjalankan dua agenda besar. Yakni, memperkuat pendanaan serta membenahi bisnis inti sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.
Dari sisi pendanaan, BRI memperbesar basis dana murah dan transaksional melalui penguatan ekosistem.
Strateginya dilakukan dengan mengoptimalkan BRImo, QRIS, BRILink Agen, akuisisi merchant, integrasi value chain, hingga One BRI Solution.
Transformasi tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis.



