alexametrics
26.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Stok Minyak Goreng Awet di Pasar Tradisional

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang Pasar Sayur Magetan sambat. Mereka kesulitan menjual minyak goreng kemasan lantaran harga yang dipatok masih di kisaran Rp 19 ribuan per liter. Jauh di atas standar harga yang ditetapkan pemerintah di angka Rp 14 ribu per liter. ‘’Kalau dijual sesuai standar, kami rugi,’’ keluh Heni Kartika, pedagang Pasar Sayur, Kamis (27/1).

Kendati kebijakan satu harga minyak goreng sudah berlaku sepekan, namun pedagang di Pasar Sayur masih menjual harga di atas standar. Pasalnya, standar harga kulakan para pedagang lebih tinggi dibandingkan dengan toko modern. ‘’Kami belinya dari distributor sudah mahal,’’ ungkap Heni.

Penjualan di kiosnya pun merosot. Desember lalu, minyak goreng masih laku sekitar 40 kemasan per hari. Kini sepuluh kemasan saja sulit. ‘’Kalau di toko modern pasti ludes, karena harganya Rp 14 ribuan per liter,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tekan Kerugian, Olah Kelapa Menjadi Kopra

Kondisi serupa dikeluhkan Suyatmi. Pedagang di Pasar Sayur itu juga sambat minyak goreng di kiosnya tak laku. Lantaran masih dijual di kisaran Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per liter. Banyak pembeli protes karena harganya tak sesuai standar. ‘’Kalau minta yang sudah disubsidi, saya tidak jualan,’’ katanya. (mg5/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang Pasar Sayur Magetan sambat. Mereka kesulitan menjual minyak goreng kemasan lantaran harga yang dipatok masih di kisaran Rp 19 ribuan per liter. Jauh di atas standar harga yang ditetapkan pemerintah di angka Rp 14 ribu per liter. ‘’Kalau dijual sesuai standar, kami rugi,’’ keluh Heni Kartika, pedagang Pasar Sayur, Kamis (27/1).

Kendati kebijakan satu harga minyak goreng sudah berlaku sepekan, namun pedagang di Pasar Sayur masih menjual harga di atas standar. Pasalnya, standar harga kulakan para pedagang lebih tinggi dibandingkan dengan toko modern. ‘’Kami belinya dari distributor sudah mahal,’’ ungkap Heni.

Penjualan di kiosnya pun merosot. Desember lalu, minyak goreng masih laku sekitar 40 kemasan per hari. Kini sepuluh kemasan saja sulit. ‘’Kalau di toko modern pasti ludes, karena harganya Rp 14 ribuan per liter,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Naik ke Lawu via Jalur Cemoro Sewu, Wajib Sudah Divaksin

Kondisi serupa dikeluhkan Suyatmi. Pedagang di Pasar Sayur itu juga sambat minyak goreng di kiosnya tak laku. Lantaran masih dijual di kisaran Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per liter. Banyak pembeli protes karena harganya tak sesuai standar. ‘’Kalau minta yang sudah disubsidi, saya tidak jualan,’’ katanya. (mg5/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/