alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pertamina Kenalkan Produk Petrokimia Lewat Pengapalan Perdana Green Coke

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – PT Pertamina Patra Niaga dan Pertamina International Shipping melaksanakan seremoni pengapalan perdana green coke kepada PT Yosomulyo Jajag, Senin (30/5). Green coke itu merupakan salah satu produk petrokimia Pertamina.

Kegiatan pengapalan tersebut dihadiri oleh V, Vice President Sales & Marketing PT Pertamina International Shipping, Muhammad Reza dan Direktur Utama PT Yosomulyo Jajag,pada Senin (30/5).

Vice President Petrochemical Industry Business PT Pertamina Patra Niaga Oos Kosasih mengatakan, distribusi produk green coke yang sebelumnya menggunakan skema free on board (FOB) saat ini diubah menjadi cost and freight (CFR). ‘’Tujuan pengubahan skema ini tentunya untuk meningkatkan kehandalan dan kelancaran operasional distribusi produk green coke ke end user dalam hal ini PT Yosomulyo Jajag,’’ katanya.

Selain itu, lanjut Oos, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dari PT Pertamina Patra Niaga dengan Pertamina International Shipping. ‘’Tentunya dengan skema CFR ini menjadi portofolio bisnis baru bagi PT Pertamina Internasional Shipping dan membuka peluang sinergi serta kerja sama dalam distribusi produk petrochemical yang lainnya ke end user,’’ imbuhnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komersial dan perniagaan, PT Pertamina Patra Niaga memiliki berbagai macam produk petrokimia. Di antaranya, green coke, aspal (bitumen), sulfur, prophylene dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Komitmen Pertamina Patra Niaga Patuhi Peraturan Pemanfaatan Ruang Laut di Jatim

‘’Produk turunan dari petroleum ini memiliki nilai jual dan kebutuhan yang cukup signifikan untuk kebutuhan industri. Seperti contohnya produk green coke yang digunakan sebagai alternatif bahan bakar,’’ terangnya.

‘’Green coke ini memiliki kandungan kalori tinggi dengan segmentasi industri semen logam dan pembangkit listrik atau digunakan sebagai reduktor dalam proses peleburan timah, alumunium maupun industri yang lainnya,’’ beber Oos.

Sementara itu, Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Deden Mochamad Idhani mengatakan, produk petrokimia Pertamina Patra Niaga telah memenuhi standar internasional. Bahkan, produk tersebut telah digunakan pada kegiatan industri nasional.

‘’Di wilayah Jatimbalinus, kami menyalurkan sebanyak 75.000 ton produk green coke pada tahun 2021 kemarin kepada industri logam pengolahan produk alumunium, 175.000 ton produk aspal (bitumen) kepada lebih dari 50 konsumen yang tersebar di Jatimbalinus serta produk LAWS (low aromatic white spirit) sebagai bahan baku industri cat sebanyak 15.000 ton,’’ paparnya.

Sebagai sub holding Pertamina pada sektor commercial & trading, Patra Niaga senantiasa memastikan penyaluran energi berupa BBM, LPG, Petrokimia dan produk retail lainnya terpenuhi untuk konsumen. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak Pertamina (Pertamina Contact Center) 135 atau aplikasi MyPertamina. (her)

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – PT Pertamina Patra Niaga dan Pertamina International Shipping melaksanakan seremoni pengapalan perdana green coke kepada PT Yosomulyo Jajag, Senin (30/5). Green coke itu merupakan salah satu produk petrokimia Pertamina.

Kegiatan pengapalan tersebut dihadiri oleh V, Vice President Sales & Marketing PT Pertamina International Shipping, Muhammad Reza dan Direktur Utama PT Yosomulyo Jajag,pada Senin (30/5).

Vice President Petrochemical Industry Business PT Pertamina Patra Niaga Oos Kosasih mengatakan, distribusi produk green coke yang sebelumnya menggunakan skema free on board (FOB) saat ini diubah menjadi cost and freight (CFR). ‘’Tujuan pengubahan skema ini tentunya untuk meningkatkan kehandalan dan kelancaran operasional distribusi produk green coke ke end user dalam hal ini PT Yosomulyo Jajag,’’ katanya.

Selain itu, lanjut Oos, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dari PT Pertamina Patra Niaga dengan Pertamina International Shipping. ‘’Tentunya dengan skema CFR ini menjadi portofolio bisnis baru bagi PT Pertamina Internasional Shipping dan membuka peluang sinergi serta kerja sama dalam distribusi produk petrochemical yang lainnya ke end user,’’ imbuhnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komersial dan perniagaan, PT Pertamina Patra Niaga memiliki berbagai macam produk petrokimia. Di antaranya, green coke, aspal (bitumen), sulfur, prophylene dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Hari Ini Pertamax Dibanderol Rp 12.500 per Liter

‘’Produk turunan dari petroleum ini memiliki nilai jual dan kebutuhan yang cukup signifikan untuk kebutuhan industri. Seperti contohnya produk green coke yang digunakan sebagai alternatif bahan bakar,’’ terangnya.

‘’Green coke ini memiliki kandungan kalori tinggi dengan segmentasi industri semen logam dan pembangkit listrik atau digunakan sebagai reduktor dalam proses peleburan timah, alumunium maupun industri yang lainnya,’’ beber Oos.

Sementara itu, Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Deden Mochamad Idhani mengatakan, produk petrokimia Pertamina Patra Niaga telah memenuhi standar internasional. Bahkan, produk tersebut telah digunakan pada kegiatan industri nasional.

‘’Di wilayah Jatimbalinus, kami menyalurkan sebanyak 75.000 ton produk green coke pada tahun 2021 kemarin kepada industri logam pengolahan produk alumunium, 175.000 ton produk aspal (bitumen) kepada lebih dari 50 konsumen yang tersebar di Jatimbalinus serta produk LAWS (low aromatic white spirit) sebagai bahan baku industri cat sebanyak 15.000 ton,’’ paparnya.

Sebagai sub holding Pertamina pada sektor commercial & trading, Patra Niaga senantiasa memastikan penyaluran energi berupa BBM, LPG, Petrokimia dan produk retail lainnya terpenuhi untuk konsumen. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak Pertamina (Pertamina Contact Center) 135 atau aplikasi MyPertamina. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/