Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpengaruh Idul Adha, Inflasi Kota Madiun Naik Tipis

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
TEKAN INFLASI: Aktivitas salah seorang pedagang bapok di PBM kemarin (9/10). Pemkot Madiun menggulirkan program bapok bersubsidi untuk puluhan pedagang di beberapa pasar tradisional. (ILUSTRASI/BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
TEKAN INFLASI: Aktivitas salah seorang pedagang bapok di PBM kemarin (9/10). Pemkot Madiun menggulirkan program bapok bersubsidi untuk puluhan pedagang di beberapa pasar tradisional. (ILUSTRASI/BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren inflasi di Kota Madiun terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat melaporkan inflasi bulanan pada Juni 2023 sebesar 0,08 persen month to month (mtm). Angka ini tercatat meningkat tipis dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,07 persen. ‘’Meski begitu, angkanya lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Jatim (0,10 persen) dan nasional (0,14 persen),’’ terang Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny kemarin (4/7).


Advertisement

Menurutnya, terkendalinya inflasi bulan itu tidak lepas dari upaya pemkot dalam menekan harga bahan pokok di Kota Madiun. ‘’Sebagian besar bahan pokok justru menjadi faktor penekan inflasi. Ini tak lepas dari peran tim pengendali inflasi daerah (TPID) dalam mengadakan operasi pasar,’’ katanya.

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, bawang putih memberikan andil paling besar terhadap inflasi, yakni sebesar 4,29 persen. Mengekor, sabun mandi memberikan andil sebesar 4,07 persen serta telur ayam ras berkontribusi 1,90 persen.

Di sisi lain, Dwi mengungkapkan kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 2,47 persen. ‘’Inflasi Juni 2023 dipicu karena adanya kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga konsumen (IHK) dari hampir seluruh kelompok pengeluaran (yoy),’’ jelasnya.

Advertisement

Selanjutnya sebaran inflasi menurut wilayah secara umum dari tujuh kota/kabupaten di Jatim, Kota Madiun termasuk yang terendah. Probolinggo (0,18 persen), Kediri (0,17 persen), Jember (0,14 persen), Surabaya (0,12 persen), dan Banyuwangi (0,09 persen), Malang (0,07 persen). Sedangkan, Sumenep deflasi -0,42 persen. (rdl/her)

TREN INFLASI KOTA MADIUN 2023

  • Januari: 0,35 persen
  • Februari: 0,04 persen
  • Maret: 0,25 persen
  • April: 0,22 persen
  • Mei: 0,07 persen
  • Juni: 0,08 persen

Sumber: BPS Kota Madiun

Advertisement

Artikel Terkait

Cabai Rawit Picu Inflasi Kota Madiun, Harga Melonjak 22,37 Persen

Cabai Rawit Picu Inflasi Kota Madiun, Harga Melonjak 22,37 Persen

Kota Madiun mengalami inflasi 0,27 persen pada September 2026. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar setelah harganya melonjak 22,37 persen.

Awas Inflasi! BPS Catat Harga Pangan Meroket di 319 Daerah, Sulut-Gorontalo Catat Kenaikan Tertinggi

Awas Inflasi! BPS Catat Harga Pangan Meroket di 319 Daerah, Sulut-Gorontalo Catat Kenaikan Tertinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 319 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga September 2026. Dipicu naiknya harga cabai dan beras.

Pemkab Magetan Gelar Pasar Murah, Siapkan 2.800 Kupon Tekan Inflasi

Pemkab Magetan Gelar Pasar Murah, Siapkan 2.800 Kupon Tekan Inflasi

Pemkab Magetan menggelar pasar murah dengan 2.800 kupon subsidi pangan untuk menjaga daya beli warga dan menekan inflasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer