Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lewat KUR BRI, EANK Solo Ubah Paralon Jadi Produk Ekspor

Hengky Ristanto • Rabu, 8 Oktober 2025 | 23:03 WIB
Eko S. Muryanto, pemilik EANK Solo, menunjukkan sangkar burung dari limbah pipa PVC yang kini diekspor ke Asia berkat pendampingan BRI.
Eko S. Muryanto, pemilik EANK Solo, menunjukkan sangkar burung dari limbah pipa PVC yang kini diekspor ke Asia berkat pendampingan BRI.

Jawa Pos Radar Madiun – Limbah pipa PVC di tangan Eko S. Muryanto berubah jadi peluang bisnis bernilai tinggi.

Melalui EANK Solo, UMKM yang dirintisnya sejak 2014 itu berhasil mengolah pipa bekas menjadi sangkar burung dan akuarium berkualitas ekspor.

Berawal dari keluhan pecinta burung soal sangkar mudah patah, Eko terinspirasi memanfaatkan limbah paralon dan akrilik sebagai bahan utama.

“Limbah pipa PVC yang biasanya dibuang, kami ubah menjadi kerajinan sangkar dan akuarium yang kuat, awet, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Produk hasil kreasinya kini diminati pasar dalam dan luar negeri. EANK Solo sudah menembus pasar Singapura, Taiwan, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Permintaan ekspor terus meningkat seiring reputasi produk yang tahan lama dan unik.

Eko menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari pendampingan BRI.

Sejak 2016, EANK Solo aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN BRI Solo, belajar manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga strategi branding.

“Melalui pameran BRI UMKM EXPO(RT), kami bisa bertemu langsung dengan buyer luar negeri,” jelasnya.

Selain pendampingan, EANK Solo juga mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembelian bahan baku dan menjaga kelangsungan produksi.

“KUR sangat membantu menambah modal kerja dan menjaga kontinuitas usaha. Prosesnya mudah dan cepat,” katanya.

Kini omzet EANK Solo stabil di kisaran Rp15–25 juta per bulan, dengan produksi 25–30 unit sangkar berbagai ukuran setiap bulan.

Selain menggerakkan ekonomi lokal, Eko juga mempekerjakan delapan warga sekitar, mulai dari tukang ukir hingga pengrajin rumahan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pihaknya terus berkomitmen mendampingi UMKM agar naik kelas.

“Pendampingan intensif dan akses permodalan melalui KUR diharapkan membuat UMKM semakin tangguh dan mampu memperluas pasar,” terangnya.

Menurut Dhanny, BRI akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM agar menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#ekspor umkm #KUR BRI #inovasi limbah #Rumah BUMN Solo #Pemberdayaan BRI #bri #umkm solo