Jawa Pos Radar Madiun — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tercatat di kisaran Rp16.733 per USD pada perdagangan Rabu.
Pergerakan ini mencerminkan tekanan dari kondisi ekonomi global serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Sejumlah analis pasar uang menjelaskan, penguatan dolar AS dan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi menjadi faktor utama pelemahan rupiah.
“Sentimen global saat ini masih didominasi oleh kebijakan suku bunga dan data ekonomi AS yang solid,” ujar salah satu analis pasar uang di Jakarta.
Sebelumnya, Antara News melaporkan bahwa faktor eksternal seperti kondisi pasar global yang relatif tenang dan data ekonomi AS yang kuat turut menekan mata uang Garuda.
Di sisi lain, pejabat domestik menegaskan bahwa meski rupiah melemah, fondasi ekonomi Indonesia tetap stabil jika dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang lainnya.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
Namun, peluang stabilisasi tetap terbuka seiring dengan intervensi Bank Indonesia serta kebijakan makroekonomi yang dijalankan pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. (fin)
Editor : AA Arsyadani