SEMARANG – Keterbatasan akses layanan perbankan sempat menjadi kendala bagi warga Desa Prigi, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Untuk menarik uang, setor tunai, atau sekadar mengecek saldo, warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kantor bank.
Melihat kondisi tersebut, Rumiatun, warga setempat, mengambil langkah berani dengan menjadi agen BRILink sejak 2018.
Awalnya, ia hanya menjalankan usaha kios pupuk.
Namun, dari interaksi dengan para petani di desanya, ia menyadari kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas sarana pertanian, tetapi juga layanan keuangan yang mudah dijangkau.
’’Niat saya supaya warga desa tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,’’ ujarnya.
Sejak menjadi agen BRILink, kiosnya kini melayani berbagai transaksi keuangan seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.
Layanan tersebut juga memudahkan masyarakat dalam pencairan bantuan sosial seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Meski demikian, pada awal operasional Rumiatun menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi keuangan masyarakat.
Banyak warga belum memahami bahwa layanan perbankan dapat diakses langsung melalui agen di desa.
Karena itu, Rumiatun tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga tentang manfaat menabung dan penggunaan layanan perbankan formal.
Setelah delapan tahun berjalan, layanan BRILink di kiosnya kini menjadi pusat transaksi keuangan sekaligus mendukung perputaran ekonomi desa.
Direktur Micro Bank Rakyat Indonesia Akhmad Purwakajaya menyebut hingga akhir Desember 2025 jumlah agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen di seluruh Indonesia.
Agen tersebut tersebar di sekitar 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
“Peran BRILink Agen kini telah bertransformasi, dari penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider. Hal tersebut menggambarkan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan,” pungkas Akhmad. (*)
Editor : Hengky Ristanto