alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Komedian Isa Bajaj Berniat Buka Usaha Kuliner di Madiun Raya

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Senyum ramah tersungging di wajah Isa Wahyu Prastantyo alias Isa Bajaj begitu tiba di kantor Jawa Pos Radar Madiun kemarin (27/12). Kedatangan pria asli Magetan itu untuk mengisi podcast Radar Madiun Digital. Obrolan demi obrolan pun mengalir. Termasuk pengalaman Isa menjadi aktor sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) yang tayang hingga beberapa tahun saban Ramadan. ”Di PPT saya berperan sebagai Juki,” ujarnya.

Nama kelompok komedi Bajaj mencuat usai menyabet juara II ajang pencarian bakat bertajuk Audisi Pelawak Indonesia (API) di sebuah stasiun televisi swasta pada 2005 silam. Isa tampil bertiga bersama Aden dan Melky. Sejak itu mereka kerap mengisi berbagai acara live di televisi.

”Aden dan Melky itu teman kuliah di Universitas Esa Unggul, kampus Jakarta Barat. Nama Bajaj itu sebenarnya sebutan dari teman-teman yang lain. Karena kami selalu bertiga, makanya dibilang seperti roda bajaj,” beber suami Rahayu Mutiara tersebut.

Nama Bajaj semakin melambung saat Deddy Mizwar melibatkan mereka dalam sinetron Para Pencari Tuhan pada 2007. ”Ketemu Mas Deddy di program iklan Yamaha. Kami bertiga difoto. Katanya, sepertinya nanti butuh tiga serangkai. Lalu, kami dipanggil ke kantornya dan di-casting,” kenangnya.

Baca Juga :  Harga Bapokting Fluktuatif, Pemkot Madiun Pertimbangkan Gelar Bazar

Bukan hal mudah bagi Bajaj beralih peran dari dunia komedian ke sinetron. Pasalnya, Isa dkk sebelumnya terbiasa cengengesan. Sementara, di sinetron lebih banyak adegan serius. Namun, trio Bajaj akhirnya mampu melewati tantangan tersebut. Bahkan, dilibatkan dalam PPT hingga 10 musim. ”Sinetron terlama yang saya bintangi, dan mendapat tempat di hati masyarakat. Pastinya senang,” ungkap pria 40 tahun itu.

Sejak pandemi Covid-19, Isa nyaris vakum dari dunia hiburan. Sesekali saja dia diundang jadi bintang tamu acara televisi. Aktivitas lain adalah mengurus ibunya yang sedang sakit dan membuat konten kuliner. ”Anggota Bajaj hampir dua tahun ini jalan sendiri-sendiri dulu, tapi kami masih kompak,” sebut pria yang pernah berperan di film Nenek Gayung itu.

Di luar dunia hiburan, bapak tiga anak itu berencana membuka usaha kuliner di wilayah Madiun Raya. ”Saya sudah sebulan di Magetan jaga ibu,” ujarnya. ‘’Nanti kalau ada tawaran main film bertiga, langsung gas saja,’’ imbuhnya. (irs/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Senyum ramah tersungging di wajah Isa Wahyu Prastantyo alias Isa Bajaj begitu tiba di kantor Jawa Pos Radar Madiun kemarin (27/12). Kedatangan pria asli Magetan itu untuk mengisi podcast Radar Madiun Digital. Obrolan demi obrolan pun mengalir. Termasuk pengalaman Isa menjadi aktor sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) yang tayang hingga beberapa tahun saban Ramadan. ”Di PPT saya berperan sebagai Juki,” ujarnya.

Nama kelompok komedi Bajaj mencuat usai menyabet juara II ajang pencarian bakat bertajuk Audisi Pelawak Indonesia (API) di sebuah stasiun televisi swasta pada 2005 silam. Isa tampil bertiga bersama Aden dan Melky. Sejak itu mereka kerap mengisi berbagai acara live di televisi.

”Aden dan Melky itu teman kuliah di Universitas Esa Unggul, kampus Jakarta Barat. Nama Bajaj itu sebenarnya sebutan dari teman-teman yang lain. Karena kami selalu bertiga, makanya dibilang seperti roda bajaj,” beber suami Rahayu Mutiara tersebut.

Nama Bajaj semakin melambung saat Deddy Mizwar melibatkan mereka dalam sinetron Para Pencari Tuhan pada 2007. ”Ketemu Mas Deddy di program iklan Yamaha. Kami bertiga difoto. Katanya, sepertinya nanti butuh tiga serangkai. Lalu, kami dipanggil ke kantornya dan di-casting,” kenangnya.

Baca Juga :  Baru 2,5 Persen Restoran di Kota Madiun Pakai PeduliLindungi

Bukan hal mudah bagi Bajaj beralih peran dari dunia komedian ke sinetron. Pasalnya, Isa dkk sebelumnya terbiasa cengengesan. Sementara, di sinetron lebih banyak adegan serius. Namun, trio Bajaj akhirnya mampu melewati tantangan tersebut. Bahkan, dilibatkan dalam PPT hingga 10 musim. ”Sinetron terlama yang saya bintangi, dan mendapat tempat di hati masyarakat. Pastinya senang,” ungkap pria 40 tahun itu.

Sejak pandemi Covid-19, Isa nyaris vakum dari dunia hiburan. Sesekali saja dia diundang jadi bintang tamu acara televisi. Aktivitas lain adalah mengurus ibunya yang sedang sakit dan membuat konten kuliner. ”Anggota Bajaj hampir dua tahun ini jalan sendiri-sendiri dulu, tapi kami masih kompak,” sebut pria yang pernah berperan di film Nenek Gayung itu.

Di luar dunia hiburan, bapak tiga anak itu berencana membuka usaha kuliner di wilayah Madiun Raya. ”Saya sudah sebulan di Magetan jaga ibu,” ujarnya. ‘’Nanti kalau ada tawaran main film bertiga, langsung gas saja,’’ imbuhnya. (irs/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/