alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Mengenal Lebih Dekat Komunitas Kracker Romawi Supermoto

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Brum brum brum…. Suara ngebas itu terdengar kala rombongan pemotor Supermoto berkeliling di sejumlah ruas jalan protokol Kota Madiun. Rombongan lantas berhenti di penggal Jalan Panorama Wilis, Kelurahan Pandean, Taman.

Para pengendara kuda besi itu tergabung dalam bendera Kracker Romawi Supermoto (KRS). Anggotanya kumpul sekali dalam sepekan di salah satu angkringan ruas tersebut. ‘’Kopdar (kopi darat, Red) tanya kabar dan berdiskusi tentang modifikasi motor custom jenis trail,’’ kata Bayu Putra Kurniawan, humas KRS, Jumat (7/1) lalu.

KRS terbentuk pada 2014. Komunitas ini beranggotakan sekitar 200 pencinta motor trail custom berbagai merek. Mereka berdomisili di Ponorogo, Madiun, Magetan, dan Ngawi. Nah, kata “romawi” pada KRS merupakan akronim dari susunan nama daerah tersebut.

Baca Juga :  707 Pegawai Non-ASN di Madiun Nunggak Iuran Perdana BPJS

Selain berkeliling kota, agenda KRS lainnya menggelar bakti sosial, mengikuti event, dan menggelar kontes custom Supermoto. Komunitas ini pernah meraih juara III kategori emblem terbaik di sebuah event. ‘’Kontes internal komunitas ini adu gengsi motor dengan custom terbaik. Ada reward kaus, helm, atau dana pembinaan,’’ ungkapnya seraya menyebut keren tidaknya custom Supermoto dinilai dari tampilan, onderdil yang terpasang, serta bujet.

Pemotor trail custom yang ingin bergabung bendera KRS harus memenuhi syarat matang berkendara. Punya SIM C dan bersedia menjaga etika dalam berkendara. Hal tersebut untuk mengikis stigma komunitas motor sebagai geng motor yang kerap meresahkan masyarakat. ‘’Kegiatan kami positif, bukan kebut-kebutan dan arogan di jalan,’’ tegas Bayu. (mg4/c1/cor/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Brum brum brum…. Suara ngebas itu terdengar kala rombongan pemotor Supermoto berkeliling di sejumlah ruas jalan protokol Kota Madiun. Rombongan lantas berhenti di penggal Jalan Panorama Wilis, Kelurahan Pandean, Taman.

Para pengendara kuda besi itu tergabung dalam bendera Kracker Romawi Supermoto (KRS). Anggotanya kumpul sekali dalam sepekan di salah satu angkringan ruas tersebut. ‘’Kopdar (kopi darat, Red) tanya kabar dan berdiskusi tentang modifikasi motor custom jenis trail,’’ kata Bayu Putra Kurniawan, humas KRS, Jumat (7/1) lalu.

KRS terbentuk pada 2014. Komunitas ini beranggotakan sekitar 200 pencinta motor trail custom berbagai merek. Mereka berdomisili di Ponorogo, Madiun, Magetan, dan Ngawi. Nah, kata “romawi” pada KRS merupakan akronim dari susunan nama daerah tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Tercepat Se-Indonesia Sampaikan LKPD

Selain berkeliling kota, agenda KRS lainnya menggelar bakti sosial, mengikuti event, dan menggelar kontes custom Supermoto. Komunitas ini pernah meraih juara III kategori emblem terbaik di sebuah event. ‘’Kontes internal komunitas ini adu gengsi motor dengan custom terbaik. Ada reward kaus, helm, atau dana pembinaan,’’ ungkapnya seraya menyebut keren tidaknya custom Supermoto dinilai dari tampilan, onderdil yang terpasang, serta bujet.

Pemotor trail custom yang ingin bergabung bendera KRS harus memenuhi syarat matang berkendara. Punya SIM C dan bersedia menjaga etika dalam berkendara. Hal tersebut untuk mengikis stigma komunitas motor sebagai geng motor yang kerap meresahkan masyarakat. ‘’Kegiatan kami positif, bukan kebut-kebutan dan arogan di jalan,’’ tegas Bayu. (mg4/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/