007 First Light Ubah Formula James Bond, Adu Jotos Kini Lebih Penting dari Tembakan

007 First Light Andalkan Adu Jotos, Developer Ungkap Inspirasi Combat dari Batman hingga Sifu
Jawa Pos Radar Madiun - James Bond identik dengan pistol, gadget canggih, dan aksi tembak-menembak yang spektakuler.
Namun, 007 First Light justru mengambil arah berbeda.
Alih-alih langsung menghabisi musuh dengan senjata api, game terbaru dari IO Interactive ini menempatkan pertarungan tangan kosong sebagai elemen utama pengalaman bermain.
Pendekatan tersebut bukan tanpa alasan.
Sebagai kisah asal-usul (origin story), pemain akan melihat Bond saat masih muda, jauh sebelum resmi menjadi agen 00.
Kondisi itu membuat sang karakter digambarkan lebih emosional, lebih impulsif, dan lebih sering mengandalkan tinju daripada peluru.
Bond Muda Dibentuk Lewat Pertarungan Non-Mematikan
Senior Combat Designer, Tom Marcham menjelaskan bahwa tim sejak awal ingin menghadirkan sosok Bond yang belum menjadi agen dingin seperti yang dikenal selama ini.
"Our younger version of Bond hasn’t gone cold yet, so that leant us towards this idea that the game shouldn’t be where you walk into a room, see someone, and you shoot them in the back of the head."
Menurutnya, Bond tetap dikenal sebagai sosok yang bertindak langsung tanpa banyak basa-basi.
Namun alih-alih menyelesaikan masalah dengan membunuh, First Light lebih menonjolkan pertarungan tangan kosong yang bersifat non-lethal.



