JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia musik Indonesia tengah berduka. Penyanyi legendaris Titiek Puspa tutup usia pada Kamis (11/4/2025) pukul 16.30 WIB di RS Medistra Jakarta.
Informasi tersebut disampaikan oleh sang manajer, Mia, yang mengonfirmasi kepergian Titiek dalam pesan singkat kepada awak media.
"Telah wafat sekitar pukul 16.30, Eyang Titiek Puspa di RS Medistra," ujar Mia singkat.
Ucapan duka juga mengalir dari banyak kalangan, termasuk Musica Studio’s, label musik yang turut menaungi karya-karya sang maestro.
“Semoga amal ibadah dan kebaikan Eyang Titiek Puspa diterima dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis pihak label dalam pernyataan resminya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga turut memberikan penghormatan terakhir melalui media sosial. "Selamat jalan komposer dan penyanyi legendaris Indonesia, Mbak Titiek Puspa… Al-Fatihah," tulis Fadli di akun X pribadinya.
Sebelum meninggal dunia, Titiek Puspa sempat dikabarkan mengalami stroke saat berada di Studio Trans TV.
Pengamat musik Stanley Tulung mengunggah kabar tersebut di Instagram, menyebut sang legenda langsung menjalani operasi dini hari.
"Bangun tidur dengar kabar kalau Tante Titiek kena stroke dan dioperasi dini hari jam 01-03. Semoga lekas pulih seperti semula. Aamiin YRA," tulis Stanley kala itu.
Memiliki nama asli Hj Sudarwati, Titiek Puspa lahir pada 1 November 1937 dan dikenal sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia hiburan Tanah Air.
Kariernya dimulai dari ajang Bintang Radio di Semarang, yang kemudian membuka jalan bagi perjalanan panjangnya sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan aktris.
Beberapa karya terkenalnya yang tak lekang waktu antara lain Kupu-Kupu Malam, Marilah Kemari, dan Bing. Ia juga aktif dalam sejumlah operet populer seperti Bawang Merah Bawang Putih dan Ketupat Lebaran, serta tampil memukau dalam film-film seperti Karminem dan Inem Pelayan Sexy.
Tak hanya dikenal lewat karya, Titiek Puspa dikenang karena dedikasinya yang tak pernah surut di dunia seni, bahkan hingga usia senja. Sepanjang hidupnya, ia menjadi inspirasi bagi musisi lintas generasi.
Kepergian Eyang Titiek meninggalkan kesedihan mendalam bagi penggemar musik Indonesia. Lagu-lagunya akan terus hidup dan menjadi warisan budaya yang tak ternilai. (*)
Selamat jalan, Eyang Titiek. Karyamu abadi.
Editor : Ockta Prana Lagawira