Jawa Pos Radar Madiun - Suasana haru menyelimuti keluarga Tasya dan Valen menjelang Grand Final Dangdut Academy 7 Indosiar.
Dua finalis terbaik itu kini berdiri di panggung penentuan setelah melewati perjalanan panjang yang sarat perjuangan, air mata, dan doa orang tua sejak awal kompetisi.
Ibunda Tasya, Mudrika, mengaku perasaannya campur aduk antara haru dan gugup menanti hasil akhir. Meski demikian, ia memilih menyerahkan sepenuhnya hasil kompetisi kepada Tuhan.
“Alhamdulillah ya, deg-degan. Tapi selebihnya kita serahkan semuanya ama Allah. Mau peringkat berapa pun pokoknya anak-anak itu luar biasa,” ujarnya di acara Kiss Pagi yang diunggah ulang di kanal YouTube Indosiar, Senin (22/12/2025).
Ayah Tasya, Bambang, juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putrinya. Ia mengaku tak pernah menyangka Tasya mampu melangkah sejauh ini hingga mencapai Grand Final Dangdut Academy 7.
“Kami tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Terima kasih untuk seluruh pendukung Tasya di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Perasaan serupa dirasakan keluarga Valen. Ayah Valen, Mohammad Aliwafa, menuturkan bahwa perjuangan sang putra di dunia tarik suara telah dimulai sejak usia sangat dini.
Valen mulai belajar bernyanyi sejak umur empat tahun dan sempat mengikuti Dangdut Academy 5 sebelum akhirnya terhenti di tengah jalan.
“Dulu sempat tersisih di DA5 dan sekarang bisa sampai titik ini, Alhamdulillah nggak nyangka,” ujarnya.
Profil Singkat Tasya Tangerang Selatan
Tasya, gadis kelahiran 10 Februari 2010, menjadi salah satu peserta termuda yang mampu menembus Grand Final Dangdut Academy 7.
Di usia 15 tahun, Tasya menunjukkan kematangan mental yang jarang ditemui pada peserta seusianya.
Sejak kecil, Tasya telah akrab dengan dunia musik dangdut. Ia aktif mengikuti lomba seni, membuat cover lagu, hingga membantu orang tua berjualan di lingkungan tempat tinggalnya di Tangerang Selatan.
Di bawah bimbingan Coach Melly Lee, kemampuan Tasya terus berkembang menjelang babak puncak.
Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan vokal, tetapi juga pendalaman emosi dan penyampaian lagu di atas panggung.
“DA 7 ini salah satu program yang membukakan pintu rezeki kita. Karier kita bisa semakin legit karena ada program ini,” ungkap Tasya.
Profil Singkat Valen Pamekasan
Valen menjalani jalan panjang sebelum akhirnya berdiri di Grand Final Dangdut Academy 7.
Pengalamannya tersingkir di Dangdut Academy 5 pada 2022 menjadi titik balik untuk terus berbenah.
Dengan karakter vokal yang khas, Valen konsisten mengasah kemampuan bernyanyi dan musikalitasnya hingga akhirnya kembali tampil lebih matang di DA7. Perkembangannya mendapat pengakuan dari Coach Fildan.
“Setiap PR yang saya kasih ke Valen selalu diselesaikan dengan baik, bahkan ada ide-ide yang datang dari dia sendiri,” ujar Fildan.
Grand Final 2 Dangdut Academy 7
Grand Final Dangdut Academy 7 digelar dalam tiga malam. Grand Final pertama berlangsung pada 19 Desember 2025, disusul Grand Final 2 pada Rabu, 24 Desember 2025, dan Konser Kemenangan pada Jumat, 26 Desember 2025.
Grand Final 2 akan tayang secara live di Indosiar pukul 19.00 WIB dan dapat disaksikan melalui live streaming di aplikasi Vidio.
Seluruh perolehan Virtual Gift pada malam kedua akan diakumulasi bersama hasil Grand Final 1 dan Konser Kemenangan.
Dukungan untuk Valen dari Jawa Timur
Dukungan luas mengalir untuk Valen, finalis asal Pamekasan, Madura. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian Valen di Dangdut Academy 7.
“Saya Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, sangat bangga dan mendukung atas pencapaian Valen hingga saat ini. Valen merupakan putra asli Jawa Timur. Insyaallah cukup bertalenta di arena belantika musik Indonesia di akhir 2025 ini,” ujar Khofifah.
“Semangat terus, Valen. Jangan lelah memberikan kebanggaan untuk Jawa Timur kita tercinta,” tambahnya.
Editor : Ockta Prana Lagawira