alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Prosperus Art Space, Beber Cara Menggambar dengan Teknik Ikat dan Celup

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan lukisan tampak berjajar rapi di sebuah kedai kopi di Desa Sidorejo, Wungu, Kabupaten Madiun. Berbagai lukisan karya sejumlah perupa se-Madiun Raya dipamerkan di tempat itu. Objeknya pun beragam, mulai penari, tokoh nasional, hingga kaligrafi.

Ada tiga komunitas yang nimbrung dalam pameran itu. Yakni, Himpunan Pelukis Madiun (Hisma), Paguyuban Perupa Madiun (PPM), dan MagetiArt. Selain memamerkan karya lukis mereka, para seniman yang terlibat juga memberikan edukasi tentang menggambar. ‘’Pameran ini tindak lanjut deklarasi serta kampanye Hari Indonesia Menggambar Nasional pada 14 Mei lalu,’’ kata Gizza Tara, salah seorang panitia pameran Prosperus Art Space itu.

Pada pameran yang berlangsung mulai 19 Mei hingga 4 Juni itu juga diwarnai workshop, diskusi, artist talk, bedah karya, dan pencak silat. ‘’Ada juga senam benang dan pita,’’ ujarnya. ‘’Selain itu, Kamis nanti (besok, Red) ada workshop tie dye atau menggambar dengan teknik ikat dan celup,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Anrico Alamsyah Luncurkan Novel Dilengkapi Lagu dan Klip Video

Seniman lukis yang terlibat dalam pameran Prosperus Art Space berpeluang mengikuti rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Madiun. Kepala dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (disbudparpora) setempat memberikan kesempatan kepada mereka untuk unjuk karya.

Pun, kepala disbudparpora berencana memfasilitasi tempat atau gedung pameran milik pemkot untuk  para seniman lukis Prosperus Art Space. ‘’Waktu pembukaan pameran, kepala disbudparpora menyempatkan diri datang ke sini,’’ ungkap pria 26 tahun itu.

Para seniman lukis yang terlibat Prosperus Art Space berharap pemerintah daerah memberikan perhatian kepada kalangan pegiat seni lukis. Sebab, banyak potensi yang bisa digali dalam pengembangan wisata seni. ‘’Harapannya berkelanjutan serta dapat menjadi ekosistem seniman,’’ tuturnya. *** (ggi/isd/c1)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan lukisan tampak berjajar rapi di sebuah kedai kopi di Desa Sidorejo, Wungu, Kabupaten Madiun. Berbagai lukisan karya sejumlah perupa se-Madiun Raya dipamerkan di tempat itu. Objeknya pun beragam, mulai penari, tokoh nasional, hingga kaligrafi.

Ada tiga komunitas yang nimbrung dalam pameran itu. Yakni, Himpunan Pelukis Madiun (Hisma), Paguyuban Perupa Madiun (PPM), dan MagetiArt. Selain memamerkan karya lukis mereka, para seniman yang terlibat juga memberikan edukasi tentang menggambar. ‘’Pameran ini tindak lanjut deklarasi serta kampanye Hari Indonesia Menggambar Nasional pada 14 Mei lalu,’’ kata Gizza Tara, salah seorang panitia pameran Prosperus Art Space itu.

Pada pameran yang berlangsung mulai 19 Mei hingga 4 Juni itu juga diwarnai workshop, diskusi, artist talk, bedah karya, dan pencak silat. ‘’Ada juga senam benang dan pita,’’ ujarnya. ‘’Selain itu, Kamis nanti (besok, Red) ada workshop tie dye atau menggambar dengan teknik ikat dan celup,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Produktif Menulis ala Raden Agus Anggoro Seto

Seniman lukis yang terlibat dalam pameran Prosperus Art Space berpeluang mengikuti rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Madiun. Kepala dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (disbudparpora) setempat memberikan kesempatan kepada mereka untuk unjuk karya.

Pun, kepala disbudparpora berencana memfasilitasi tempat atau gedung pameran milik pemkot untuk  para seniman lukis Prosperus Art Space. ‘’Waktu pembukaan pameran, kepala disbudparpora menyempatkan diri datang ke sini,’’ ungkap pria 26 tahun itu.

Para seniman lukis yang terlibat Prosperus Art Space berharap pemerintah daerah memberikan perhatian kepada kalangan pegiat seni lukis. Sebab, banyak potensi yang bisa digali dalam pengembangan wisata seni. ‘’Harapannya berkelanjutan serta dapat menjadi ekosistem seniman,’’ tuturnya. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/