alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Madiun Skateboard, Antara Potensi Member dan Fasilitas Latihan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suara gesekan papan skateboard dengan slope rail terdengar nyaring di tengah lalu lalang warga di sekitar skatepark kawasan GOR Stadion Wilis. Kala itu, salah seorang anggota komunitas Madiun Skateboard tengah menjajal trik boardslide.

Secara bergiliran, satu-persatu skateborder mencoba trik yang sama. Ada yang berhasil melakukan dengan sempurna, ada pula yang gagal hingga terjatuh. ‘’Kalau jatuh sih sudah biasa. Untuk menguasai trik tertenti memang harus telaten,’’ ujar Rahadian, salah seorang member Madiun Skateboard.

Komunitas Madiun Skateboard dibentuk pada 2002 silam. Awalnya mereka mangusung nama Extreme Public yang kala itu juga mewadahi penghobi sepeda BMX, sepatu roda, dan break dance. ‘’Ganti nama Madiun Skateboard tahun lalu. ‘’Kebetulan yang aktif tinggal penghobi skateboard,’’ ungkap Diding, sapaan akrab Rahadian.

Bukan sekadar menyalurkan hobi, komunitas Madiun Skateboard kerap tampil di event maupun kejuaraan tingkat regional dan nasional. Puluhan piala penghargaan pun telah disabet sejumlah membernya. Diding misalnya, sudah mengoleksi sedikitnya enam piala. ‘’Ada teman yang sudah dapat lebih dari 10 20 piala,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Juara Lari Provinsi Tanpa Alas Kaki

Diding menggandrungi skateboard sejak SMA. Menginjak bangku kuliah, dia mulai rajin mengikuti event maupun kejuaraan. Namun, warga Kelurahan Sogaten, Manguharjo, itu kini mulai mengurangi intensitas bermain skateboard. Kesibukan kerja menjadi alasannya. ‘’Kalau latihan masih. Cuma tidak rutin seperti dulu,’’ sebut pria 32 tahun itu.

Diding mengapresiasi langkah pemkot menyediakan fasilitas bermain skateboard. Namun, dia menilai masih perlu ditingkatkan. Sarana skatepark yang telah dibangun disebutnya belum memenuhi standar kejuaraan. Rintangan alias obstacle-nya tidak sesuai dengan luas skatepark. Jarak masing-masing rintangan terlalu berdekatan. ‘’Untuk latihan sedikit sulit,’’ ujarnya. ‘’Kami juga berharap ada skatepark indoor agar teman-teman tetap bisa latihan tanpa terkendala cuaca,’’ imbuhnya. *** (gg/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suara gesekan papan skateboard dengan slope rail terdengar nyaring di tengah lalu lalang warga di sekitar skatepark kawasan GOR Stadion Wilis. Kala itu, salah seorang anggota komunitas Madiun Skateboard tengah menjajal trik boardslide.

Secara bergiliran, satu-persatu skateborder mencoba trik yang sama. Ada yang berhasil melakukan dengan sempurna, ada pula yang gagal hingga terjatuh. ‘’Kalau jatuh sih sudah biasa. Untuk menguasai trik tertenti memang harus telaten,’’ ujar Rahadian, salah seorang member Madiun Skateboard.

Komunitas Madiun Skateboard dibentuk pada 2002 silam. Awalnya mereka mangusung nama Extreme Public yang kala itu juga mewadahi penghobi sepeda BMX, sepatu roda, dan break dance. ‘’Ganti nama Madiun Skateboard tahun lalu. ‘’Kebetulan yang aktif tinggal penghobi skateboard,’’ ungkap Diding, sapaan akrab Rahadian.

Bukan sekadar menyalurkan hobi, komunitas Madiun Skateboard kerap tampil di event maupun kejuaraan tingkat regional dan nasional. Puluhan piala penghargaan pun telah disabet sejumlah membernya. Diding misalnya, sudah mengoleksi sedikitnya enam piala. ‘’Ada teman yang sudah dapat lebih dari 10 20 piala,’’ sebutnya.

Baca Juga :  25 Tahun Salman Alfaris Berkarir di Dunia Hukum, Pernah Tangani Perkara Narkotika Berujung Hukuman Mati

Diding menggandrungi skateboard sejak SMA. Menginjak bangku kuliah, dia mulai rajin mengikuti event maupun kejuaraan. Namun, warga Kelurahan Sogaten, Manguharjo, itu kini mulai mengurangi intensitas bermain skateboard. Kesibukan kerja menjadi alasannya. ‘’Kalau latihan masih. Cuma tidak rutin seperti dulu,’’ sebut pria 32 tahun itu.

Diding mengapresiasi langkah pemkot menyediakan fasilitas bermain skateboard. Namun, dia menilai masih perlu ditingkatkan. Sarana skatepark yang telah dibangun disebutnya belum memenuhi standar kejuaraan. Rintangan alias obstacle-nya tidak sesuai dengan luas skatepark. Jarak masing-masing rintangan terlalu berdekatan. ‘’Untuk latihan sedikit sulit,’’ ujarnya. ‘’Kami juga berharap ada skatepark indoor agar teman-teman tetap bisa latihan tanpa terkendala cuaca,’’ imbuhnya. *** (gg/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/