alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Iguana Jadi Sumber Penghasilan Setyadama Putra Pamungkas

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Mata iguana jenis albino itu sesekali mengatup dan di saat lain terbuka lebar. Pun, terlihat nyaman saat Setyadama Putra Pamungkas mengelus-elus kepalanya. Begitu pula ketika dibopong pria 33 tahun itu. Jenis reptil tersebut sama sekali tidak berontak.

Saat ini Putra memiliki belasan iguana yang dipiara di pekarangan belakang rumahnya. Di tempat itu ada enam kandang berisi indukan. Masing-masing terdiri satu jantan dan dua betina. ‘’Sejak kecil memang suka dengan reptil. Dulu pelihara ular, sekarang beralih ke iguana,’’ ujar warga Kelurahan Winongo, Manguharjo, itu.

Bukan tanpa alasan Putra melirik iguana. Reptil yang habitat aslinya di benua Amerika itu memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga bisa jadi ladang bisnis. Terutama iguana albino. ‘’Harganya di kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta,’’ ungkapnya.

Pria 33 tahun itu beternak iguana sejak empat tahun lalu. Pun, hewan yang termasuk kelompok lizard atau kadal tersebut semakin populer di kalangan pencinta reptil. Warnanya yang indah, perawatannya mudah, dan harga jual yang tinggi menjadi alasannya. ‘’Dari penjualan iguana saya sudah mendapatkan uang sekitar Rp 70 juta,’’ bebernya.

Satu indukan betina iguana rata-rata bertelur sebanyak 30 butir. Produksi telur bergantung usia dan ukuran tubuh. ‘’Semakin matang usianya, kemungkinan telur menetas semakin tinggi,’’ sebutnya. ‘’Jika pakai inkubator, rata-rata 80 persen menetas,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tantangan Bambang Panca Nakhodai Kejari di Masa Pandemi

Iguana yang dibudidayakan Putra merupakan hasil persilangan beberapa jenis. Namun, yang paling diminati pencinta reptil adalah red iguana. ‘’Saya punya green iguana, tapi punya gen albino. Sebenarnya juga punya induk jantan blue iguana, tapi lepas dari kandang,’’ ungkapnya.

Meski begitu, di antara semua jenis iguana, sakura yang paling dicari. Sebab, persilanganya sulit. Harga iguana warna pink itu saat masih usia bayi saja bisa mencapai Rp 1 miliar. Iguana jenis Thanos yang berwarna ungu harganya juga tak main-main. Seekor anakan bisa tembus Rp 70 juta.

Selama ini Putra nyaris tidak mengalami kendala berarti dalam beternak iguana. Cukup menyiapkan kandang yang bisa terkena matahari untuk berjemur setiap pagi. Selain itu, dimandikan tiga kali sepekan. Asupan makannya pun tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. ‘’Cukup diberi sayuran dan buah. Biasanya pepaya, kecambah, dan kedelai rebus. Saat musim kawin saya banyakin kecambahnya,’’ beber Putra.

Ada saat-saat tertentu Putra harus lebih berhati-hati memperlakukan iguana piaraannya. Yakni, ketika masa berahi dan bertelur. Sebab, hewan tersebut berubah menjadi agresif. Cakarnya yang tajam sering melukai tangan Putra saat hendak mengambil telur untuk dipindahkan ke inkubator. *** (ggi/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Mata iguana jenis albino itu sesekali mengatup dan di saat lain terbuka lebar. Pun, terlihat nyaman saat Setyadama Putra Pamungkas mengelus-elus kepalanya. Begitu pula ketika dibopong pria 33 tahun itu. Jenis reptil tersebut sama sekali tidak berontak.

Saat ini Putra memiliki belasan iguana yang dipiara di pekarangan belakang rumahnya. Di tempat itu ada enam kandang berisi indukan. Masing-masing terdiri satu jantan dan dua betina. ‘’Sejak kecil memang suka dengan reptil. Dulu pelihara ular, sekarang beralih ke iguana,’’ ujar warga Kelurahan Winongo, Manguharjo, itu.

Bukan tanpa alasan Putra melirik iguana. Reptil yang habitat aslinya di benua Amerika itu memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga bisa jadi ladang bisnis. Terutama iguana albino. ‘’Harganya di kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta,’’ ungkapnya.

Pria 33 tahun itu beternak iguana sejak empat tahun lalu. Pun, hewan yang termasuk kelompok lizard atau kadal tersebut semakin populer di kalangan pencinta reptil. Warnanya yang indah, perawatannya mudah, dan harga jual yang tinggi menjadi alasannya. ‘’Dari penjualan iguana saya sudah mendapatkan uang sekitar Rp 70 juta,’’ bebernya.

Satu indukan betina iguana rata-rata bertelur sebanyak 30 butir. Produksi telur bergantung usia dan ukuran tubuh. ‘’Semakin matang usianya, kemungkinan telur menetas semakin tinggi,’’ sebutnya. ‘’Jika pakai inkubator, rata-rata 80 persen menetas,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Kerajinan Miniatur Reyog Misdi Laku Terjual hingga Lima Negara

Iguana yang dibudidayakan Putra merupakan hasil persilangan beberapa jenis. Namun, yang paling diminati pencinta reptil adalah red iguana. ‘’Saya punya green iguana, tapi punya gen albino. Sebenarnya juga punya induk jantan blue iguana, tapi lepas dari kandang,’’ ungkapnya.

Meski begitu, di antara semua jenis iguana, sakura yang paling dicari. Sebab, persilanganya sulit. Harga iguana warna pink itu saat masih usia bayi saja bisa mencapai Rp 1 miliar. Iguana jenis Thanos yang berwarna ungu harganya juga tak main-main. Seekor anakan bisa tembus Rp 70 juta.

Selama ini Putra nyaris tidak mengalami kendala berarti dalam beternak iguana. Cukup menyiapkan kandang yang bisa terkena matahari untuk berjemur setiap pagi. Selain itu, dimandikan tiga kali sepekan. Asupan makannya pun tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. ‘’Cukup diberi sayuran dan buah. Biasanya pepaya, kecambah, dan kedelai rebus. Saat musim kawin saya banyakin kecambahnya,’’ beber Putra.

Ada saat-saat tertentu Putra harus lebih berhati-hati memperlakukan iguana piaraannya. Yakni, ketika masa berahi dan bertelur. Sebab, hewan tersebut berubah menjadi agresif. Cakarnya yang tajam sering melukai tangan Putra saat hendak mengambil telur untuk dipindahkan ke inkubator. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru