alexametrics
31 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Totok Priyanto Raup Untung Besar dari Ketupat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari masih subuh. Namun, Totok Priyanto sudah sibuk dengan aktivitasnya memasak ketupat. Pria 40 tahun itu beberapa kali mengecek dandang tempat memasak makanan tradisional yang identik dengan momen Lebaran tersebut. Wajahnya tampak berkeringat meski udara pagi itu terbilang dingin.

Ada empat dandang beserta tungkunya untuk memasak ketupat. Aktivitas itu dilakukan Totok di lahan kosong milik tetangganya. ‘’Sengaja memasak di tempat terbuka, isis (sejuk, Red),’’ kata warga Desa Munggut, Wungu, Kabupaten Madiun, itu kemarin (8/5).

Totok memproduksi ketupat sejak 2005 silam. Awalnya dia hanya memasak 100 ketupat per hari. Kemudian, dijual di Pasar Besar Madiun. Lambat laun produksinya terus bertambah hingga kini mampu menghasilkan ketupat siap konsumsi sebanyak 2 ribu biji dalam sehari.

Baca Juga :  Pemudik Ramai, Okupansi Hotel Meningkat

Pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini permintaan ketupat meningkat tajam. Karena itu, tidak jarang Totok memasak dari subuh hingga malam. ‘’Semua saya kerjakan sendiri. Sesekali saja dibantu anak,’’ ujarnya.

Totok menggunakan empat dandang jumbo untuk memasak ribuan ketupat. Masing-masing berkapasitas 500 ketupat. Pun, tungkunya ada empat. ‘’Sampai sekarang belum pernah ganti (tungku untuk memasak ketupat, Red),” ungkapnya.

Selain Pasar Besar Madiun, selama ini Totok memasarkan ketupat hasil olahannya di Pasar Kojo, Kanigoro, Kartoharjo. Pun, tak sedikit warga sekitar yang membeli langsung di rumahnya. ‘’Pernah coba jualan lewat online, tapi kena tipu. Yang dikirim bukti transfer palsu. Sejak itu saya kapok berjualan online,” ucapnya. ***(tr2/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari masih subuh. Namun, Totok Priyanto sudah sibuk dengan aktivitasnya memasak ketupat. Pria 40 tahun itu beberapa kali mengecek dandang tempat memasak makanan tradisional yang identik dengan momen Lebaran tersebut. Wajahnya tampak berkeringat meski udara pagi itu terbilang dingin.

Ada empat dandang beserta tungkunya untuk memasak ketupat. Aktivitas itu dilakukan Totok di lahan kosong milik tetangganya. ‘’Sengaja memasak di tempat terbuka, isis (sejuk, Red),’’ kata warga Desa Munggut, Wungu, Kabupaten Madiun, itu kemarin (8/5).

Totok memproduksi ketupat sejak 2005 silam. Awalnya dia hanya memasak 100 ketupat per hari. Kemudian, dijual di Pasar Besar Madiun. Lambat laun produksinya terus bertambah hingga kini mampu menghasilkan ketupat siap konsumsi sebanyak 2 ribu biji dalam sehari.

Baca Juga :  183 Desa di Kabupaten Madiun Belum Terapkan Program Non-Cash Transactions

Pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini permintaan ketupat meningkat tajam. Karena itu, tidak jarang Totok memasak dari subuh hingga malam. ‘’Semua saya kerjakan sendiri. Sesekali saja dibantu anak,’’ ujarnya.

Totok menggunakan empat dandang jumbo untuk memasak ribuan ketupat. Masing-masing berkapasitas 500 ketupat. Pun, tungkunya ada empat. ‘’Sampai sekarang belum pernah ganti (tungku untuk memasak ketupat, Red),” ungkapnya.

Selain Pasar Besar Madiun, selama ini Totok memasarkan ketupat hasil olahannya di Pasar Kojo, Kanigoro, Kartoharjo. Pun, tak sedikit warga sekitar yang membeli langsung di rumahnya. ‘’Pernah coba jualan lewat online, tapi kena tipu. Yang dikirim bukti transfer palsu. Sejak itu saya kapok berjualan online,” ucapnya. ***(tr2/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/