23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Produk Cokelat Bandrek Buatan Diah Ratna Wulandari Laris Manis

Semangat pantang menyerah Diah Ratna Wulandari patut diacungi jempol. Setelah usaha minuman kesehatan berbahan jahe merahnya surut, perempuan itu beralih memproduksi cokelat bandrek. Siapa sangka, hasil olahannya itu laris manis di pasaran.

————-

PAGI itu, Diah Ratna Wulandari baru saja tiba dari belanja di pasar. Barang-barang yang dibeli bukan kebutuhan pokok. Melainkan aneka rempah seperti jahe, lengkuas, cengkih, asam, dan kunyit. Setelah diturunkan dari kendaraan, belanjaan tersebut lantas dibawa ke dapur.

Kemudian, Diah mencucinya hingga bersih. Setelah itu, satu persatu dikupas untuk menghilangkan kulit luarnya. Pekerjaan belum selesai. Perempuan itu lalu memotong aneka rempah itu menjadi  ukuran kecil-kecil sebelum akhirnya diblender.

Sebelum mesin blender dinyalakan, dia memasukkan sedikit air, gula putih, dan bubuk cokelat. Setelah menjadi adonan, kemudian dipanaskan di wajan dengan api kecil dan diaduk-aduk hingga mengental. ‘’Proses sampai siap konsumsi kurang lebih butuh waktu setengah hari,’’ kata warga Jalan Panorama Raya, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun, itu.

Baca Juga :  Sutikno, Anggota TNI yang Juga Seorang Perajin Miniatur

Diah memulai usaha minuman kesehatan sejak 2020 lalu. Awalnya, dia memproduksi minuman imun booster dari jahe merah. Singkat cerita, orderan semakin banyak hingga Diah memilih resign dari tempat kerjanya dan fokus menekuni usahanya. ‘’Sempat saya berikan ke seorang penderita Covid-19 dan akhirnya dia berlangganan,’’ ujarnya.

Belakangan, setelah produsen minuman serupa menjamur, omzet penjualan Diah mulai menurun. Akhirnya, pada 2021 perempuan 41 tahun itu banting setir memproduksi cokelat bandrek.

Seiring berjalannya waktu, minuman hasil olahannya itu semakin dikenal mayarakat luas. Bahkan, warga luar daerah seperti Nganjuk, Malang, Surabaya, Semarang, dan Jakarta pun tertarik membeli. ‘’Ada rencana nanti saya kembangkan ke permen cokelat bandrek,’’ ujarnya. (mg4/isd)

Semangat pantang menyerah Diah Ratna Wulandari patut diacungi jempol. Setelah usaha minuman kesehatan berbahan jahe merahnya surut, perempuan itu beralih memproduksi cokelat bandrek. Siapa sangka, hasil olahannya itu laris manis di pasaran.

————-

PAGI itu, Diah Ratna Wulandari baru saja tiba dari belanja di pasar. Barang-barang yang dibeli bukan kebutuhan pokok. Melainkan aneka rempah seperti jahe, lengkuas, cengkih, asam, dan kunyit. Setelah diturunkan dari kendaraan, belanjaan tersebut lantas dibawa ke dapur.

Kemudian, Diah mencucinya hingga bersih. Setelah itu, satu persatu dikupas untuk menghilangkan kulit luarnya. Pekerjaan belum selesai. Perempuan itu lalu memotong aneka rempah itu menjadi  ukuran kecil-kecil sebelum akhirnya diblender.

Sebelum mesin blender dinyalakan, dia memasukkan sedikit air, gula putih, dan bubuk cokelat. Setelah menjadi adonan, kemudian dipanaskan di wajan dengan api kecil dan diaduk-aduk hingga mengental. ‘’Proses sampai siap konsumsi kurang lebih butuh waktu setengah hari,’’ kata warga Jalan Panorama Raya, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun, itu.

Baca Juga :  Sutikno, Anggota TNI yang Juga Seorang Perajin Miniatur

Diah memulai usaha minuman kesehatan sejak 2020 lalu. Awalnya, dia memproduksi minuman imun booster dari jahe merah. Singkat cerita, orderan semakin banyak hingga Diah memilih resign dari tempat kerjanya dan fokus menekuni usahanya. ‘’Sempat saya berikan ke seorang penderita Covid-19 dan akhirnya dia berlangganan,’’ ujarnya.

Belakangan, setelah produsen minuman serupa menjamur, omzet penjualan Diah mulai menurun. Akhirnya, pada 2021 perempuan 41 tahun itu banting setir memproduksi cokelat bandrek.

Seiring berjalannya waktu, minuman hasil olahannya itu semakin dikenal mayarakat luas. Bahkan, warga luar daerah seperti Nganjuk, Malang, Surabaya, Semarang, dan Jakarta pun tertarik membeli. ‘’Ada rencana nanti saya kembangkan ke permen cokelat bandrek,’’ ujarnya. (mg4/isd)

Most Read

Artikel Terbaru