alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Persatuan Orang Tua Ugal-ugalan, Eksis Mainkan Tamiya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kiprah Persatuan Orang Tua Ugal-ugalan (Portugal) mengingatkan tentang Dash Warior (DW). Jika DW hanyalah klub rekaan dari film anime Yonkuro Dash Emperor di era-90 an, Portugal ini klub nyata pencinta tamiya di Ponorogo.

Eksistensi Portugal itu membuktikan bahwa tamiya masih bertahan hingga sekarang. Meski dunia permainan mobil mini 4WD itu telah dimunculkan sejak 1982 silam. Selewat empat dasawarsa, tamiya masih digemari penggemarnya di Indonesia. Justru yang getol bermain bukan lagi anak-anak, melainkan dewasa hingga menginjak lanjut usia (lansia). ‘’Portugal dibentuk sejak 2016, tiga anggotanya sudah mempunyai anak,’’ kata Ketua Potugal Yuri Dika Galih.

Di Indonesia, tamiya muncul dalam beberapa kategorinya. Mulai dari standard tamiya box (STB), standard tamiya original (STO), sloop, hingga Nascar. Portugal memainkan seluruh kategori perlombaan. Namun, sejak 2018 anggotanya hanya ingin fokus satu kategori, yakni sloop. Portugal sampai kini masih eksis dan berhasil menorehkan juara hingga nasional. ‘’Sloop lebih menantang karena butuh kejelian yang lebih dalam saat setting mobil,’’ ujarnya.

Bahkan, untuk kategori sloop, Galih tak segan mengklaim bahwa tak ada yang sanggup menandingi keunggulan Portugal. Saingan beratnya hanya klub dari Mojokerto. ‘’Klub itu namanya Tawon, tapi kami masih bisa mengalahkannya,’’ ucap Galih.

Baca Juga :  Cerita Suami di Ponorogo Nekat Bongkar Makam Istri karena Bisikan Gaib

Perbedaan paling kentara untuk kategori sloop, tamiya yang diperlombakan tidak memakai aksesori lengkap. Seluruh spare part yang menempel hampir 90 persen tidak lagi orisinal. Sedangkan kategori STO atau STB, seluruh spare part-nya haruslah dari merek tamiya. ‘’Kalau sloop, yang orisinal tamiya hanya sasisnya. Jika sudah jalan, lajunya cukup kencang dibandingkan lainnya,’’ ungkap Galih.

Sirkuit sloop lebih menantang dan berbahaya dibandingkan kategori lomba lainnya. Selalu terdapat lompatan tinggi dan panjang. Terkadang ada tambahan sirkuit tornado yang mengharuskan tamiya melewatinya dengan kecepatan tinggi. ‘’Kalau tak sanggup melintasi, ya siap-siap disalip,’’ jelasnya.

Pun, dari segi harga terpaut jauh. Satu mobil tamiya yang dipergunakan lomba sloop dibanderol Rp 1,5 juta. Sedangkan tamiya siap lomba STO bisa tembus Rp 4 juta.  Memang lebih murah membangun mobil tamiya untuk lomba sloop. ‘’Apalagi jika untuk pemula cukup merogoh Rp 750 ribu, mobilnya sudah lumayan kencang,’’ pungkasnya. (fac/fin/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kiprah Persatuan Orang Tua Ugal-ugalan (Portugal) mengingatkan tentang Dash Warior (DW). Jika DW hanyalah klub rekaan dari film anime Yonkuro Dash Emperor di era-90 an, Portugal ini klub nyata pencinta tamiya di Ponorogo.

Eksistensi Portugal itu membuktikan bahwa tamiya masih bertahan hingga sekarang. Meski dunia permainan mobil mini 4WD itu telah dimunculkan sejak 1982 silam. Selewat empat dasawarsa, tamiya masih digemari penggemarnya di Indonesia. Justru yang getol bermain bukan lagi anak-anak, melainkan dewasa hingga menginjak lanjut usia (lansia). ‘’Portugal dibentuk sejak 2016, tiga anggotanya sudah mempunyai anak,’’ kata Ketua Potugal Yuri Dika Galih.

Di Indonesia, tamiya muncul dalam beberapa kategorinya. Mulai dari standard tamiya box (STB), standard tamiya original (STO), sloop, hingga Nascar. Portugal memainkan seluruh kategori perlombaan. Namun, sejak 2018 anggotanya hanya ingin fokus satu kategori, yakni sloop. Portugal sampai kini masih eksis dan berhasil menorehkan juara hingga nasional. ‘’Sloop lebih menantang karena butuh kejelian yang lebih dalam saat setting mobil,’’ ujarnya.

Bahkan, untuk kategori sloop, Galih tak segan mengklaim bahwa tak ada yang sanggup menandingi keunggulan Portugal. Saingan beratnya hanya klub dari Mojokerto. ‘’Klub itu namanya Tawon, tapi kami masih bisa mengalahkannya,’’ ucap Galih.

Baca Juga :  Cerita Suami di Ponorogo Nekat Bongkar Makam Istri karena Bisikan Gaib

Perbedaan paling kentara untuk kategori sloop, tamiya yang diperlombakan tidak memakai aksesori lengkap. Seluruh spare part yang menempel hampir 90 persen tidak lagi orisinal. Sedangkan kategori STO atau STB, seluruh spare part-nya haruslah dari merek tamiya. ‘’Kalau sloop, yang orisinal tamiya hanya sasisnya. Jika sudah jalan, lajunya cukup kencang dibandingkan lainnya,’’ ungkap Galih.

Sirkuit sloop lebih menantang dan berbahaya dibandingkan kategori lomba lainnya. Selalu terdapat lompatan tinggi dan panjang. Terkadang ada tambahan sirkuit tornado yang mengharuskan tamiya melewatinya dengan kecepatan tinggi. ‘’Kalau tak sanggup melintasi, ya siap-siap disalip,’’ jelasnya.

Pun, dari segi harga terpaut jauh. Satu mobil tamiya yang dipergunakan lomba sloop dibanderol Rp 1,5 juta. Sedangkan tamiya siap lomba STO bisa tembus Rp 4 juta.  Memang lebih murah membangun mobil tamiya untuk lomba sloop. ‘’Apalagi jika untuk pemula cukup merogoh Rp 750 ribu, mobilnya sudah lumayan kencang,’’ pungkasnya. (fac/fin/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/