alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Pandhu Kalingga Mukti Kepincut Panjat Tebing sejak Usia SD

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tatapan mata Pandhu Kalingga Mukti fokus pada papan panjat tebing. Beberapa saat berselang, dia melumuri kedua telapak tangannya dengan bubuk magnesium karbonat. Setelah itu, berkonsentrasi sambil mengambil napas panjang serta mengembuskan lewat mulut.

Kemudian, Pandhu mulai merayap bak seekor cicak dengan pijakan poin-poin di papan wall climbing kawasan Stadion Wilis itu. Sembari mengatur napas, sesekali tangannya dimasukkan kantong berisi magnesium karbonat yang terikat di pinggangnya. ‘’Latihan persiapan porprov akhir bulan ini,’’ kata remaja 17 tahun itu.

Pandhu menggeluti panjat tebing sejak duduk di bangku SD. Awalnya, kedua orang tuanya sempat melarang lantaran wall climbing dinilai olahraga yang berisiko. ‘’Mereka (orang tua, Red) tahu bahayanya karena dulu pernah menekuni panjat tebing,’’ ujarnya.

Namun, hal itu dibayar Pandhu dengan puluhan prestasi yang berhasil diraihnya. Salah satu yang paling berkesan adalah saat dia sukses meraih medali perak kejuaraan wall climbing tingkat Jawa-Bali kelompok umur 14-15 tahun pada 2018 lalu. ‘’Tapi, untuk porprov tahun ini sedikit pesimistis karena perwakilan daerah lain menerjunkan atlet-atlet kawakan yang langganan juara. Targetnya sih medali perunggu,’’ sebut siswa SMAN 5 Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Asal Madiun Jual-Beli Hot Wheels untuk Hidupi Keluarga

Bagi warga Kelurahan Nambangan Lor tersebut, nomor bolder paling menantang. Sebab, setiap wall memiliki empat jalur dengan tingkat kesulitan berbeda. Alhasil, butuh teknik-teknik yang terbilang sulit. Selain itu, memahami jalur, poin pegangan, dan pijakan. ‘’Bagi saya, yang paling mudah itu lead. Siapa yang paling tinggi merangkak naik, dialah juaranya,’’ ungkap Pandhu.

Di mata Pandhu, fasilitas latihan yang disediakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Madiun maupun pemerintah setempat sudah cukup memadai. Sebab, telah ada wall climbing outdoor maupun indoor sehingga latihan tidak terkendala cuaca. ‘’Saya turun di porprov bersama Satrio Adi Kusuma, siswa SMKN 1,’’ ujarnya. *** (ggi/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tatapan mata Pandhu Kalingga Mukti fokus pada papan panjat tebing. Beberapa saat berselang, dia melumuri kedua telapak tangannya dengan bubuk magnesium karbonat. Setelah itu, berkonsentrasi sambil mengambil napas panjang serta mengembuskan lewat mulut.

Kemudian, Pandhu mulai merayap bak seekor cicak dengan pijakan poin-poin di papan wall climbing kawasan Stadion Wilis itu. Sembari mengatur napas, sesekali tangannya dimasukkan kantong berisi magnesium karbonat yang terikat di pinggangnya. ‘’Latihan persiapan porprov akhir bulan ini,’’ kata remaja 17 tahun itu.

Pandhu menggeluti panjat tebing sejak duduk di bangku SD. Awalnya, kedua orang tuanya sempat melarang lantaran wall climbing dinilai olahraga yang berisiko. ‘’Mereka (orang tua, Red) tahu bahayanya karena dulu pernah menekuni panjat tebing,’’ ujarnya.

Namun, hal itu dibayar Pandhu dengan puluhan prestasi yang berhasil diraihnya. Salah satu yang paling berkesan adalah saat dia sukses meraih medali perak kejuaraan wall climbing tingkat Jawa-Bali kelompok umur 14-15 tahun pada 2018 lalu. ‘’Tapi, untuk porprov tahun ini sedikit pesimistis karena perwakilan daerah lain menerjunkan atlet-atlet kawakan yang langganan juara. Targetnya sih medali perunggu,’’ sebut siswa SMAN 5 Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Jalan Panjang Muthmainnah Merintis Pondok Asuh Siti Hajar

Bagi warga Kelurahan Nambangan Lor tersebut, nomor bolder paling menantang. Sebab, setiap wall memiliki empat jalur dengan tingkat kesulitan berbeda. Alhasil, butuh teknik-teknik yang terbilang sulit. Selain itu, memahami jalur, poin pegangan, dan pijakan. ‘’Bagi saya, yang paling mudah itu lead. Siapa yang paling tinggi merangkak naik, dialah juaranya,’’ ungkap Pandhu.

Di mata Pandhu, fasilitas latihan yang disediakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Madiun maupun pemerintah setempat sudah cukup memadai. Sebab, telah ada wall climbing outdoor maupun indoor sehingga latihan tidak terkendala cuaca. ‘’Saya turun di porprov bersama Satrio Adi Kusuma, siswa SMKN 1,’’ ujarnya. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/