alexametrics
25.6 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Cokro Sketsa Berhimpun di Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan HOS Cokroaminoto di Ponorogo menjelma Malioboro. Siapa pun yang pernah mengenyam pendidikan di Jogjakarta pasti terkesan dengan keberadaannya. Kesan itu mengabadi di kalangan pegiat Cokro Sketsa. Komunitas ini menghimpun lulusan drop out seni rupa murni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta di Ponorogo.

Di tengah keramaian Jalan HOS Cokroaminoto itu, sekumpulan anggota Cokro Sketsa biasa melakukan aktivitas menggambar. ‘’Setelah pulang ke Ponorogo satu tahun silam, kangen menggambar suasana. Akhirnya iseng menggambar lagi di Jalan H.O.S. Cokroaminoto ini,’’ kata Kukuh Purwo Abdi Laksono, pemrakarsa komunitas tersebut, Selasa (12/4).

Kukuh beserta seniman lainnya mulai bertemu beberapa orang yang gemar seni. Kesenian di Ponorogo cukup banyak, namun lebih banyak seni pertunjukan. Seperti tari dan teater. ‘’Akhirnya kami sembilan orang ini membentuk Cokro Sketsa. Kami ingin menunjukkan bahwa di Ponorogo juga ada pegiat seni rupa,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lewat Batik Tulis, Nama Ely Inayah Menasional

Sketsa dipilih karena medianya mudah dijangkau. Cukup dengan kertas, tinta hitam, dan kuas. Sejak dirintis dua bulan lalu, komunitas ini rutin berkumpul dan mengabadikan suasana di H.O.S. Cokroaminoto tiap Selasa malam. Selama berkegiatan di pinggir jalan, banyak masyarakat ingin diajari sketsa. Maklum, di Ponorogo belum ada tempat belajar khusus menggambar sketsa. ‘’Yang digambar mulai dari tata letak kota, ornamen, pedagang, pengamen, hingga masyarakat yang sedang menikmati suasana,’’ jelas Kukuh. (fac/fin/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan HOS Cokroaminoto di Ponorogo menjelma Malioboro. Siapa pun yang pernah mengenyam pendidikan di Jogjakarta pasti terkesan dengan keberadaannya. Kesan itu mengabadi di kalangan pegiat Cokro Sketsa. Komunitas ini menghimpun lulusan drop out seni rupa murni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta di Ponorogo.

Di tengah keramaian Jalan HOS Cokroaminoto itu, sekumpulan anggota Cokro Sketsa biasa melakukan aktivitas menggambar. ‘’Setelah pulang ke Ponorogo satu tahun silam, kangen menggambar suasana. Akhirnya iseng menggambar lagi di Jalan H.O.S. Cokroaminoto ini,’’ kata Kukuh Purwo Abdi Laksono, pemrakarsa komunitas tersebut, Selasa (12/4).

Kukuh beserta seniman lainnya mulai bertemu beberapa orang yang gemar seni. Kesenian di Ponorogo cukup banyak, namun lebih banyak seni pertunjukan. Seperti tari dan teater. ‘’Akhirnya kami sembilan orang ini membentuk Cokro Sketsa. Kami ingin menunjukkan bahwa di Ponorogo juga ada pegiat seni rupa,’’ terangnya.

Baca Juga :  Menko PMK Muhadjir Tilik Warga Miskin Ekstrem di Ponorogo

Sketsa dipilih karena medianya mudah dijangkau. Cukup dengan kertas, tinta hitam, dan kuas. Sejak dirintis dua bulan lalu, komunitas ini rutin berkumpul dan mengabadikan suasana di H.O.S. Cokroaminoto tiap Selasa malam. Selama berkegiatan di pinggir jalan, banyak masyarakat ingin diajari sketsa. Maklum, di Ponorogo belum ada tempat belajar khusus menggambar sketsa. ‘’Yang digambar mulai dari tata letak kota, ornamen, pedagang, pengamen, hingga masyarakat yang sedang menikmati suasana,’’ jelas Kukuh. (fac/fin/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/