alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Kecintaan pada Matematika Bawa Dwi Yuhenny Tekuni Dunia Statistika

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Cita-cita Dwi Yuhenny kecil kelak menekuni pekerjaan yang tidak jauh-jauh dari hitung-hitungan benar-benar terkabul. Sudah sekitar dua dekade perempuan itu kesehariannya berkutat dengan data dan angka di Badan Pusat Statistik (BPS).

Sejak SD, Henny –sapaan akrab Dwi Yuhenny- menyukai matematika. Pun, nyaris selalu mendapat nilai tertinggi pada mata pelajaran tersebut. ‘’Karena suka hitung-menghitung, selepas SMA saya melanjutkan kuliah di STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) Jakarta sampai lulus pada 1999,’’ ujarnya, Jumat (13/5).

Lulus dari STIS, Henny ditempatkan di BPS Kalimantan Selatan sebagai staf bidang neraca wilayah dan analisis. Dua tahun berselang dia pindah tugas ke BPS pusat. ‘’Lalu, pada 2005 pindah ke BPS Tuban sebagai fungsional statistisi muda,’’ ungkap istri Budi S. Firmantono itu.

Pada 2014 Henny kembali berpindah tugas. Kali ini ke BPS Jombang sebagai Kasi statistik produksi. Lima tahun berselang giliran pindah ke BPS Jawa Timur sebagai Kasi statistik pertanian bidang produksi. Kemudian, pada 2020 mengemban tanggung jawab sebagai kepala BPS Kota Madiun.

Baca Juga :  Pengadaan Seragam Gratis Siswa SD-SMP Kota Madiun Ditarget Tuntas Juli-Agustus

Bagi Henny, perbedaan data BPS dengan instansi pemerintah daerah bukan suatu hal tabu. Pun, bakal menjadi data sempurna jika dilakukan sinkronisasi alias pembahasan bersama. ‘’Semua data yang kami sajikan bersih. Kepala daerah yang bijak akan memahami data kami,’’ kata perempuan 44 tahun itu.

Henny merasa beruntung bertugas di Kota Madiun. Salah satu alasannya, kepala daerah setempat kerap mengajaknya diskusi membahas berbagai data menyangkut pembangunan kota. ‘’Kalaupun ada bantahan, itu tantangan bagi kami. Ketika semua data kami match-kan, hasilnya akan lebih jelas dan nyata,’’ bebernya.

Saat ini Henny berdomisili di Jombang. Meski terpisah jarak, dia berupaya rajin berinteraksi dengan keluarga. ‘’Kapan saja, jika tidak sedang sibuk, saya video call keluarga,’’ sebutnya. ‘’Semaksimal mungkin tidak meninggalkan tanggung jawab saya sebagai istri dan ibu di keluarga,’’ imbuhnya. *** (ggi/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Cita-cita Dwi Yuhenny kecil kelak menekuni pekerjaan yang tidak jauh-jauh dari hitung-hitungan benar-benar terkabul. Sudah sekitar dua dekade perempuan itu kesehariannya berkutat dengan data dan angka di Badan Pusat Statistik (BPS).

Sejak SD, Henny –sapaan akrab Dwi Yuhenny- menyukai matematika. Pun, nyaris selalu mendapat nilai tertinggi pada mata pelajaran tersebut. ‘’Karena suka hitung-menghitung, selepas SMA saya melanjutkan kuliah di STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) Jakarta sampai lulus pada 1999,’’ ujarnya, Jumat (13/5).

Lulus dari STIS, Henny ditempatkan di BPS Kalimantan Selatan sebagai staf bidang neraca wilayah dan analisis. Dua tahun berselang dia pindah tugas ke BPS pusat. ‘’Lalu, pada 2005 pindah ke BPS Tuban sebagai fungsional statistisi muda,’’ ungkap istri Budi S. Firmantono itu.

Pada 2014 Henny kembali berpindah tugas. Kali ini ke BPS Jombang sebagai Kasi statistik produksi. Lima tahun berselang giliran pindah ke BPS Jawa Timur sebagai Kasi statistik pertanian bidang produksi. Kemudian, pada 2020 mengemban tanggung jawab sebagai kepala BPS Kota Madiun.

Baca Juga :  Jadi Pembicara, Wali Kota Madiun Hadiri Reses Wakil Ketua DPRD Istono

Bagi Henny, perbedaan data BPS dengan instansi pemerintah daerah bukan suatu hal tabu. Pun, bakal menjadi data sempurna jika dilakukan sinkronisasi alias pembahasan bersama. ‘’Semua data yang kami sajikan bersih. Kepala daerah yang bijak akan memahami data kami,’’ kata perempuan 44 tahun itu.

Henny merasa beruntung bertugas di Kota Madiun. Salah satu alasannya, kepala daerah setempat kerap mengajaknya diskusi membahas berbagai data menyangkut pembangunan kota. ‘’Kalaupun ada bantahan, itu tantangan bagi kami. Ketika semua data kami match-kan, hasilnya akan lebih jelas dan nyata,’’ bebernya.

Saat ini Henny berdomisili di Jombang. Meski terpisah jarak, dia berupaya rajin berinteraksi dengan keluarga. ‘’Kapan saja, jika tidak sedang sibuk, saya video call keluarga,’’ sebutnya. ‘’Semaksimal mungkin tidak meninggalkan tanggung jawab saya sebagai istri dan ibu di keluarga,’’ imbuhnya. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/