alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Heri Widodo Berkreasi di Tengah Keterbatasan Fisik, Bikin Lukisan di Kain Sifon

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pagi itu Heri Widodo tampak sedang sibuk dengan aktivitasnya. Tangannya memegang kuas kecil yang telah dicelupkan cat khusus untuk melukis batik. Lalu, digoreskan ke permukaan selembar kain sifon yang diletakkan tepat di depannya.

Tidak jarang Heri mencampurkan beberapa warna cat untuk menghasilkan komposisi warna yang diinginkan sebelum kuas menari-nari di kain sifon. Beberapa menit berselang, lukisan wajah Wali Kota Madiun Maidi di kain itu terlihat nyaris sempurna sesuai ekspektasinya. ‘’Belum selesai. Belum berani ngasih ke Pak Wali,’’ kata Heri.

Heri akrab dengan dunia menggambar sejak masih duduk di bangku SD. Hobi itu berlanjut hingga sekarang. Pun, warga Kelurahan Ngegong, Manguharjo, itu sudah malang melintang di sejumlah pameran seni lukis. ‘’Di Kota Madiun orang yang melukis menggunakan media kain sifon bisa dikatakan masih jarang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Asal Madiun Jual-Beli Hot Wheels untuk Hidupi Keluarga

Heri terbilang pelukis istimewa. Sebab, selain menggunakan media kain sifon, pria 53 tahun itu menderita polio sejak lahir. ‘’Kalau waktu melukis tidak begitu ada masalah. Tapi, kalau untuk jalan gampang capek,’’ sebut suami Unari Sumayah itu.

Selama ini Heri lebih banyak menghasilkan lukisan bertema landscape alias pemandangan. Sesekali saja dia melukis objek wajah seseorang. Terutama sosok warga kalangan bawah. ‘’Ada lukisan nenek tua dengan ekonomi pas-pasan tapi tampak tersenyum semringah. Maknanya, punya syukur yang luar biasa. Ada juga wajah tukang becak,’’ bebernya.

Agustus mendatang Heri bakal mengikuti pameran lukisan di sebuah kafe Kota Madiun. Dia sudah menyiapkan lima lukisan untuk dipajang dalam pameran tersebut. ‘’Ada lima lukisan, tapi baru selesai sekitar 50 persen,’’ ujarnya. *** (ggi/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pagi itu Heri Widodo tampak sedang sibuk dengan aktivitasnya. Tangannya memegang kuas kecil yang telah dicelupkan cat khusus untuk melukis batik. Lalu, digoreskan ke permukaan selembar kain sifon yang diletakkan tepat di depannya.

Tidak jarang Heri mencampurkan beberapa warna cat untuk menghasilkan komposisi warna yang diinginkan sebelum kuas menari-nari di kain sifon. Beberapa menit berselang, lukisan wajah Wali Kota Madiun Maidi di kain itu terlihat nyaris sempurna sesuai ekspektasinya. ‘’Belum selesai. Belum berani ngasih ke Pak Wali,’’ kata Heri.

Heri akrab dengan dunia menggambar sejak masih duduk di bangku SD. Hobi itu berlanjut hingga sekarang. Pun, warga Kelurahan Ngegong, Manguharjo, itu sudah malang melintang di sejumlah pameran seni lukis. ‘’Di Kota Madiun orang yang melukis menggunakan media kain sifon bisa dikatakan masih jarang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Polres Madiun Kota Kerahkan 365 Personel Gabungan Amankan Lebaran

Heri terbilang pelukis istimewa. Sebab, selain menggunakan media kain sifon, pria 53 tahun itu menderita polio sejak lahir. ‘’Kalau waktu melukis tidak begitu ada masalah. Tapi, kalau untuk jalan gampang capek,’’ sebut suami Unari Sumayah itu.

Selama ini Heri lebih banyak menghasilkan lukisan bertema landscape alias pemandangan. Sesekali saja dia melukis objek wajah seseorang. Terutama sosok warga kalangan bawah. ‘’Ada lukisan nenek tua dengan ekonomi pas-pasan tapi tampak tersenyum semringah. Maknanya, punya syukur yang luar biasa. Ada juga wajah tukang becak,’’ bebernya.

Agustus mendatang Heri bakal mengikuti pameran lukisan di sebuah kafe Kota Madiun. Dia sudah menyiapkan lima lukisan untuk dipajang dalam pameran tersebut. ‘’Ada lima lukisan, tapi baru selesai sekitar 50 persen,’’ ujarnya. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/