alexametrics
30.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Kofpi, Ruang Tular Ilmu Sineas Lokal Bumi Reyog

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bumi Reyog gudangnya sineas berbakat. Mereka terhimpun dalam Komunitas Film Ponorogo Indie (Kofpi). Karya para sineas Kofpi telah ditayangkan dari layar ke layar berbagai festival film.

Keluarga yang memegang teguh adat Jawa pasti memiliki ruangan khusus di dalam rumah. Ruangan itu diistilahkan dengan omah njero. Berbagai permasalahan yang dihadapi keluarga dibahas bersama di dalam ruangan. Karena sakral, tak semua orang boleh masuk. ‘’Topik ini coba kami angkat dalam film Omah Njero,’’ kata Gelora Yudhaswara, founder Komunitas Film Ponorogo Indie (Kofpi), Selasa (15/3).

Film pendek karya Kofpi tersebut banjir apresiasi. Di antaranya masuk short list Festival Film Indonesia (FFI) 2021 dan WorldFest-Houston International Film Festival 2020. Gelora bertindak sebagai sutradara. Pemeran dan kru mayoritas warga Ponorogo. Produksi film pendek itu dibiayai Pusbang Film Kemendikbud. ‘’Dibiayai sekitar Rp 98 juta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Produk Kerajinan Rajut Yuni Sulistyowati Laris Manis

Hingga kini Kofpi sudah menelurkan tujuh film. Komunitas yang dibentuk pada 2014 itu sempat mencuri perhatian lewat karya Subur itu Jujur. Film pendek tersebut memenangkan Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2018 yang dihelat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kofpi hingga kini eksis menjadi wadah para sineas muda di Bumi Reyog. Komunitas tersebut juga menjadi ruang edukasi dan tular ilmu. Mulai dari menulis skenario, casting, produksi, sinematografi, hingga pemasaran. ‘’Skenario itu salah satu kunci sukses film. Masalah produksi relatif mudah,’’ ujar Gelora.

Kofpi memiliki agenda rutin. Mulai edukasi film, workshop penulisan skenario dan produksi film, hingga pemutaran film di desa-desa. Program pemutaran film diberi tajuk Layar Tancap Rakyat. Tujuannya memberi hiburan untuk warga. Namun, agenda rutinan itu terhenti selama pandemi. ‘’Semoga kami bisa segera aktif berkumpul memproduksi film lagi,’’ pungkasnya.  (naz/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bumi Reyog gudangnya sineas berbakat. Mereka terhimpun dalam Komunitas Film Ponorogo Indie (Kofpi). Karya para sineas Kofpi telah ditayangkan dari layar ke layar berbagai festival film.

Keluarga yang memegang teguh adat Jawa pasti memiliki ruangan khusus di dalam rumah. Ruangan itu diistilahkan dengan omah njero. Berbagai permasalahan yang dihadapi keluarga dibahas bersama di dalam ruangan. Karena sakral, tak semua orang boleh masuk. ‘’Topik ini coba kami angkat dalam film Omah Njero,’’ kata Gelora Yudhaswara, founder Komunitas Film Ponorogo Indie (Kofpi), Selasa (15/3).

Film pendek karya Kofpi tersebut banjir apresiasi. Di antaranya masuk short list Festival Film Indonesia (FFI) 2021 dan WorldFest-Houston International Film Festival 2020. Gelora bertindak sebagai sutradara. Pemeran dan kru mayoritas warga Ponorogo. Produksi film pendek itu dibiayai Pusbang Film Kemendikbud. ‘’Dibiayai sekitar Rp 98 juta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wapres Ma’ruf Amin Panen Pisang Cavendish di Ponorogo

Hingga kini Kofpi sudah menelurkan tujuh film. Komunitas yang dibentuk pada 2014 itu sempat mencuri perhatian lewat karya Subur itu Jujur. Film pendek tersebut memenangkan Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2018 yang dihelat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kofpi hingga kini eksis menjadi wadah para sineas muda di Bumi Reyog. Komunitas tersebut juga menjadi ruang edukasi dan tular ilmu. Mulai dari menulis skenario, casting, produksi, sinematografi, hingga pemasaran. ‘’Skenario itu salah satu kunci sukses film. Masalah produksi relatif mudah,’’ ujar Gelora.

Kofpi memiliki agenda rutin. Mulai edukasi film, workshop penulisan skenario dan produksi film, hingga pemutaran film di desa-desa. Program pemutaran film diberi tajuk Layar Tancap Rakyat. Tujuannya memberi hiburan untuk warga. Namun, agenda rutinan itu terhenti selama pandemi. ‘’Semoga kami bisa segera aktif berkumpul memproduksi film lagi,’’ pungkasnya.  (naz/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/