alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Nugroho Suryo Wiyono Berani Piara Belasan Ular Berbisa

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari-hari Nugroho layaknya Panji Sang Petualang. Beragam jenis ular mulai piton, sowo kopi, kobra Jawa, king cobra, boiga cynodon, varanus salvator, hingga trimeresurus albolabris dipelihara selayaknya anak sendiri. Saban pagi Nugroho telaten memandikan ular dan membersihkan kandangnya. Juga memberi pakan tikus putih yang dikembangbiakkannya sendiri. ‘’Setiap hari ular itu harus dielus-elus supaya tidak terlalu agresif dan tetap jinak,’’ ujar pria 30 tahun itu, Kamis (17/2).

Bapak dua anak itu mulai bergaul dengan reptil sejak kelas empat sekolah dasar.  Awalnya dia sangat takut dengan ular. Namun, ketika mempelajari fauna itu dari internet akhirnya tahu cara merawatnya. Makin hari keasyikan memelihara reptil berbisa itu menjadi candu baginya. ‘’Saya mempelajari karakter ular dari YouTube, tanpa guru sama sekali,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sepi Pasaran Selasa Pon, Pedagang Hewan Ternak di Pacitan Rugi Besar

Banyak tetangga sekitar yang meminta bantuannya ketika ada ular masuk ke rumah. Sejak awal 2016 Nugroho merogoh kocek pribadinya untuk membeli peralatan khusus menangkap ular. ‘’Menangkap ular berbisa itu tidak mudah, perlu alat bantu,’’ terangnya.

Suami Ani Maratul Hasanah itu memelihara 16 ular yang rata-rata ditangkap dari alam liar atau pekarangan warga. Pemelihara 16 ekor ular itu pernah dilarikan ke rumah sakit gara-gara lengannya dipatuk king cobra. Tak sedikit pehobi reptil yang tertarik dengan ular piaraannya. Saban ular dibanderol harga berbeda. Kisarannya mulai Rp 600 ribu hingga Rp 6 juta. ’’Pernah hampir mati, tapi tidak pernah kapok,’’ ungkapnya. (tr2/fin/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari-hari Nugroho layaknya Panji Sang Petualang. Beragam jenis ular mulai piton, sowo kopi, kobra Jawa, king cobra, boiga cynodon, varanus salvator, hingga trimeresurus albolabris dipelihara selayaknya anak sendiri. Saban pagi Nugroho telaten memandikan ular dan membersihkan kandangnya. Juga memberi pakan tikus putih yang dikembangbiakkannya sendiri. ‘’Setiap hari ular itu harus dielus-elus supaya tidak terlalu agresif dan tetap jinak,’’ ujar pria 30 tahun itu, Kamis (17/2).

Bapak dua anak itu mulai bergaul dengan reptil sejak kelas empat sekolah dasar.  Awalnya dia sangat takut dengan ular. Namun, ketika mempelajari fauna itu dari internet akhirnya tahu cara merawatnya. Makin hari keasyikan memelihara reptil berbisa itu menjadi candu baginya. ‘’Saya mempelajari karakter ular dari YouTube, tanpa guru sama sekali,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Exalos Madiun Rajin Kampanyekan Keseimbangan Ekosistem

Banyak tetangga sekitar yang meminta bantuannya ketika ada ular masuk ke rumah. Sejak awal 2016 Nugroho merogoh kocek pribadinya untuk membeli peralatan khusus menangkap ular. ‘’Menangkap ular berbisa itu tidak mudah, perlu alat bantu,’’ terangnya.

Suami Ani Maratul Hasanah itu memelihara 16 ular yang rata-rata ditangkap dari alam liar atau pekarangan warga. Pemelihara 16 ekor ular itu pernah dilarikan ke rumah sakit gara-gara lengannya dipatuk king cobra. Tak sedikit pehobi reptil yang tertarik dengan ular piaraannya. Saban ular dibanderol harga berbeda. Kisarannya mulai Rp 600 ribu hingga Rp 6 juta. ’’Pernah hampir mati, tapi tidak pernah kapok,’’ ungkapnya. (tr2/fin/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/