alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Hendro Suwignyo Jadikan Kerajinan Kulit Ladang Rezeki

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ekspresi Hendro Suwignyo tampak serius. Saat itu, kedua tangannya terlihat sedang memegang selembar kulit sapi yang telah disamak dan jarum berikut benangnya. Perlahan tangannya menari-nari mengaitkan kulit dengan benang. ‘’Sedang bikin tas,’’ ujarnya.

Hendro menekuni kerajinan kulit sejak 2018 lalu. Niat itu muncul berawal dari curhatan teman satu komunitasnya yang sedang mencari sarung korek Zippo. ‘’Kebetulan saya suka kerajinan kulit. Akhirnya saya bikin desainnya dan tunjukkan ke teman itu,’’ kenang pria 39 tahun tersebut.

Tak disangka, sang teman tertarik dengan desain sarung korek yang disodorkan Hendro. Tanpa buang waktu, warga Kelurahan Demangan, Taman, itu mulai memproduksi sarung korek. ‘’Setelah itu banyak teman dari komunitas lain yang pesan,’’ ujarnya.

Belakangan, selain sarung korek, Hendro merambah kerajinan berbahan kulit sapi lainnya. Mulai wadah hand sanitizer, sarung ponsel, hingga tas dengan berbagai model. Hingga kini sudah ratusan produk handmade buatannya yang berpindah ke tangan konsumen. ‘’Omzet belum terlalu besar. Kalau ramai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan.Tapi, belakangan agak sepi karena pandemi,’’ ungkap suami Kurnia Anindya itu.

Baca Juga :  Konten TikTok Viral, Nama Imelda Naisya Ayudia Cantika Meroket

Seorang Inda Raya pun kepincut dengan produk kerajinan kulit buatan Hendro. Wakil wali kota Madiun itu menggagas project produksi wadah hand sanitizer yang kelak profitnya dialokasikan untuk anak-anak stunting. Selain itu, pembeli produk tersebut dapat mengisi ulang cairan hand sanitizer di rumah dinasnya.

Selama ini Hendro menggunakan kulit nabati untuk membuat produk kerajinannya. Alasannya, jenis kulit itu memiliki kualitas bagus. Pun, semakin lama terlihat semakin antik dan mengkilap. ‘’Semoga produksi makin besar dan pasar makin luas,’’ harapnya. *** (ggi/isd/c1)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ekspresi Hendro Suwignyo tampak serius. Saat itu, kedua tangannya terlihat sedang memegang selembar kulit sapi yang telah disamak dan jarum berikut benangnya. Perlahan tangannya menari-nari mengaitkan kulit dengan benang. ‘’Sedang bikin tas,’’ ujarnya.

Hendro menekuni kerajinan kulit sejak 2018 lalu. Niat itu muncul berawal dari curhatan teman satu komunitasnya yang sedang mencari sarung korek Zippo. ‘’Kebetulan saya suka kerajinan kulit. Akhirnya saya bikin desainnya dan tunjukkan ke teman itu,’’ kenang pria 39 tahun tersebut.

Tak disangka, sang teman tertarik dengan desain sarung korek yang disodorkan Hendro. Tanpa buang waktu, warga Kelurahan Demangan, Taman, itu mulai memproduksi sarung korek. ‘’Setelah itu banyak teman dari komunitas lain yang pesan,’’ ujarnya.

Belakangan, selain sarung korek, Hendro merambah kerajinan berbahan kulit sapi lainnya. Mulai wadah hand sanitizer, sarung ponsel, hingga tas dengan berbagai model. Hingga kini sudah ratusan produk handmade buatannya yang berpindah ke tangan konsumen. ‘’Omzet belum terlalu besar. Kalau ramai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan.Tapi, belakangan agak sepi karena pandemi,’’ ungkap suami Kurnia Anindya itu.

Baca Juga :  Terbiasa Gali Informasi

Seorang Inda Raya pun kepincut dengan produk kerajinan kulit buatan Hendro. Wakil wali kota Madiun itu menggagas project produksi wadah hand sanitizer yang kelak profitnya dialokasikan untuk anak-anak stunting. Selain itu, pembeli produk tersebut dapat mengisi ulang cairan hand sanitizer di rumah dinasnya.

Selama ini Hendro menggunakan kulit nabati untuk membuat produk kerajinannya. Alasannya, jenis kulit itu memiliki kualitas bagus. Pun, semakin lama terlihat semakin antik dan mengkilap. ‘’Semoga produksi makin besar dan pasar makin luas,’’ harapnya. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/