27.6 C
Madiun
Saturday, December 10, 2022

Yoke Soekarjono, Eks Anggota TGP yang Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Peran Tentara Genie Pelajar (TGP) dalam upaya mempertahankan kemerdekaan tidak bisa disepelekan. R. Yoke Soekarjono, salah seorang mantan anggota kesatuan itu, mengisahkan pengalamannya yang mengharu-biru saat berjuang demi Indonesia tetap merdeka.

——————————————-

BENDERA merah putih tampak berkibar gagah di depan sebuah rumah di Jalan Sikatan, Gang Gagak, Kelurahan/Kecamatan Manguharjo. Bangunannya sarat nuansa tempo dulu. Lantainya berupa ubin jadul dan perabotnya model klasik. Sementara, si empunya rumah, R. Yoke Soekarjono, terlihat sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi di ruang tamu.

Di ruang itu terlihat beberapa foto terpasang di tembok. Juga tumpukan buku dan kertas berisi tulisan tangan. ‘’Ini isinya tentang suasana di awal-awal Indonesia merdeka pada 1945,’’ kata Yuke sembari memperlihatkan sebuah kliping yang sudah lusuh dan sebagian termakan rayap.

Yoke merupakan veteran Tentara Genie Pelajar (TGP). Dia bergabung kesatuan itu pada 1955 saat usianya masih 15 tahun. ‘’Kebetulan ayah saya juga seorang pejuang. Itu menambah tekad saya ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan,’’ ungkap pria yang usianya kini telah menginjak 90 tahun itu.

Baca Juga :  Kaji Mbing: Bergerak Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat

Ada beberapa peristiwa mengesankan bagi Yoke saat awal-awal gabung TGP. Salah satunya saat Belanda masuk Kota Madiun. Kala itu dia mendapat perintah dari pusat agar menghancurkan kantor telekomunikasi. Akhirnya, Yoke mengajak dua rekannya untuk melaksanakan instruksi tersebut.

‘’Kami ledakkan dengan berondongan peluru. Setelah itu, rekan saya lari ke utara menuju Hotel Merdeka,  tapi kena tembakan tentara Belanda hingga meninggal di tempat. Sedangkan saya lari ke arah selatan. Alhamdulillah selamat,’’ kenangnya.

Yoke juga masih ingat betul peristiwa saat memasang ranjau di Saradan. Dua rekannya yang berkarib dengannya sejak kecil harus gugur akibat serangan tentara Belanda. ‘’Dalam satu tahun perjalanan TGP, dari 98 anggota ada 36 yang gugur di medan perang,’’ ungkapnya sambil menahan haru.

Di usianya yang sudah senja, Yoke berharap generasi masa kini memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi demi keutuhan NKRI. ‘’Rasa nasionalisme harus dipupuk sejak dini,’’ tuturnya. *** (mg4/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Peran Tentara Genie Pelajar (TGP) dalam upaya mempertahankan kemerdekaan tidak bisa disepelekan. R. Yoke Soekarjono, salah seorang mantan anggota kesatuan itu, mengisahkan pengalamannya yang mengharu-biru saat berjuang demi Indonesia tetap merdeka.

——————————————-

BENDERA merah putih tampak berkibar gagah di depan sebuah rumah di Jalan Sikatan, Gang Gagak, Kelurahan/Kecamatan Manguharjo. Bangunannya sarat nuansa tempo dulu. Lantainya berupa ubin jadul dan perabotnya model klasik. Sementara, si empunya rumah, R. Yoke Soekarjono, terlihat sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi di ruang tamu.

Di ruang itu terlihat beberapa foto terpasang di tembok. Juga tumpukan buku dan kertas berisi tulisan tangan. ‘’Ini isinya tentang suasana di awal-awal Indonesia merdeka pada 1945,’’ kata Yuke sembari memperlihatkan sebuah kliping yang sudah lusuh dan sebagian termakan rayap.

Yoke merupakan veteran Tentara Genie Pelajar (TGP). Dia bergabung kesatuan itu pada 1955 saat usianya masih 15 tahun. ‘’Kebetulan ayah saya juga seorang pejuang. Itu menambah tekad saya ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan,’’ ungkap pria yang usianya kini telah menginjak 90 tahun itu.

Baca Juga :  Sukses dengan Jamu Tradisional, Sumarni Berinovasi Bikin Kopi Rempah

Ada beberapa peristiwa mengesankan bagi Yoke saat awal-awal gabung TGP. Salah satunya saat Belanda masuk Kota Madiun. Kala itu dia mendapat perintah dari pusat agar menghancurkan kantor telekomunikasi. Akhirnya, Yoke mengajak dua rekannya untuk melaksanakan instruksi tersebut.

‘’Kami ledakkan dengan berondongan peluru. Setelah itu, rekan saya lari ke utara menuju Hotel Merdeka,  tapi kena tembakan tentara Belanda hingga meninggal di tempat. Sedangkan saya lari ke arah selatan. Alhamdulillah selamat,’’ kenangnya.

Yoke juga masih ingat betul peristiwa saat memasang ranjau di Saradan. Dua rekannya yang berkarib dengannya sejak kecil harus gugur akibat serangan tentara Belanda. ‘’Dalam satu tahun perjalanan TGP, dari 98 anggota ada 36 yang gugur di medan perang,’’ ungkapnya sambil menahan haru.

Di usianya yang sudah senja, Yoke berharap generasi masa kini memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi demi keutuhan NKRI. ‘’Rasa nasionalisme harus dipupuk sejak dini,’’ tuturnya. *** (mg4/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/