alexametrics
23.1 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Peduli Sesama ala Komunitas Bagi Nasi Pagi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan orang memadati salah satu sudut lapangan Gulun pagi itu. Tidak jauh dari mereka terlihat ratusan nasi bungkus yang telah dikemas rapi. Setelah berdiskusi sejenak, puluhan orang itu dipecah dalam beberapa rombongan. Mereka lantas pergi menyusuri jalur yang telah ditentukan.

Aktivitas itu menjadi rutinitas komunitas Bagi Nasi Pagi (BNP) saban Minggu. Sebanyak 60-100 bungkus nasi disiapkan BNP setiap kali menggelar aksi sosialnya. ‘’Jatah nasi setiap tim berbeda, makin ramai jalurnya makin banyak nasi yang dibawa,’’ ujar Hengki Agus, salah seorang anggota BNP.

Nasi bungkus tidak dibagikan ke sembarang orang yang mereka temui. Melainkan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan seperti gelandangan, pengemis, dan pedagang yang sudah lanjut usia. ‘’Pernah juga diberikan ke ODGJ (orang dengan gangguan jiwa),’’ kata Hengki.

Pengadaan nasi dianggarkan Rp 10 ribu per bungkus. Pun, lauk-pauknya tergolong layak. Sementara, saat donasi sedang seret, hampir semua anggota dengan sukarela merogoh kocek pribadi untuk pengadaan nasi. ‘’Jalurnya ganti-ganti, hampir semua jalan di Kota Madiun sudah,’’ ucapnya sembari menyebut aksi berbagi nasi itu juga dilakukan setiap Jumat malam.

Baca Juga :  Di Balik Klip Video Lagu Mendung tanpo Udan Versi Akustik

Banyak kisah haru didapatkan Hengki dkk selama terlibat aksi berbagi nasi. Salah satunya, seorang warga yang mengaku terpaksa hidup menggelandang di jalanan lantaran dibuang oleh keluarganya. ‘’Kami sempat menangis saking terharunya,’’ kenang Hengki.

Selain berbagi nasi, BNP memiliki agenda kegiatan sosial lain seperti membagikan masker dan hand sanitizer, membantu korban bencana, dan donasi ke panti asuhan. Selain itu, berbagi kue kering dan uang tunai ke warga tidak mampu saat Lebaran. ‘’Mereka juga berhak merasakan hari raya,’’ sebut warga Kelurahan Josenan, Taman, itu.

Komunitas BNP berdiri pada 2015 silam. Awalnya hanya lima orang yang bergabung. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota terus bertambah hingga saat ini mencapai 60-an orang. ‘’Rata-rata sudah bekerja,’’ ujar Hengki. (mg7/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan orang memadati salah satu sudut lapangan Gulun pagi itu. Tidak jauh dari mereka terlihat ratusan nasi bungkus yang telah dikemas rapi. Setelah berdiskusi sejenak, puluhan orang itu dipecah dalam beberapa rombongan. Mereka lantas pergi menyusuri jalur yang telah ditentukan.

Aktivitas itu menjadi rutinitas komunitas Bagi Nasi Pagi (BNP) saban Minggu. Sebanyak 60-100 bungkus nasi disiapkan BNP setiap kali menggelar aksi sosialnya. ‘’Jatah nasi setiap tim berbeda, makin ramai jalurnya makin banyak nasi yang dibawa,’’ ujar Hengki Agus, salah seorang anggota BNP.

Nasi bungkus tidak dibagikan ke sembarang orang yang mereka temui. Melainkan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan seperti gelandangan, pengemis, dan pedagang yang sudah lanjut usia. ‘’Pernah juga diberikan ke ODGJ (orang dengan gangguan jiwa),’’ kata Hengki.

Pengadaan nasi dianggarkan Rp 10 ribu per bungkus. Pun, lauk-pauknya tergolong layak. Sementara, saat donasi sedang seret, hampir semua anggota dengan sukarela merogoh kocek pribadi untuk pengadaan nasi. ‘’Jalurnya ganti-ganti, hampir semua jalan di Kota Madiun sudah,’’ ucapnya sembari menyebut aksi berbagi nasi itu juga dilakukan setiap Jumat malam.

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Yunus Mahatma, Direktur Baru RSUD dr Harjono, Ponorogo

Banyak kisah haru didapatkan Hengki dkk selama terlibat aksi berbagi nasi. Salah satunya, seorang warga yang mengaku terpaksa hidup menggelandang di jalanan lantaran dibuang oleh keluarganya. ‘’Kami sempat menangis saking terharunya,’’ kenang Hengki.

Selain berbagi nasi, BNP memiliki agenda kegiatan sosial lain seperti membagikan masker dan hand sanitizer, membantu korban bencana, dan donasi ke panti asuhan. Selain itu, berbagi kue kering dan uang tunai ke warga tidak mampu saat Lebaran. ‘’Mereka juga berhak merasakan hari raya,’’ sebut warga Kelurahan Josenan, Taman, itu.

Komunitas BNP berdiri pada 2015 silam. Awalnya hanya lima orang yang bergabung. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota terus bertambah hingga saat ini mencapai 60-an orang. ‘’Rata-rata sudah bekerja,’’ ujar Hengki. (mg7/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/