alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Suka Duka Komunitas MSAC Salurkan Bakat Seninya

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemandangan di Jalan Citandui, Kota Madiun, kini sarat nuansa merah putih. Itu berkat adanya mural yang menghiasi tembok sepanjang jalan tersebut. Adalah Andry Rahmanto dkk dari Madiun Street Art Crew kreatornya. Bagaimana kiprah komunitas seni jalanan itu?

———————————

BEBERAPA kaleng cat tampak berjajar di trotoar dekat lampu merah Jalan Citandui, Kota Madiun, sore itu. Tidak jauh dari situ, Andry Armanto dan sejumlah rekannya tampak asyik menghias tembok di ruas jalan tersebut dengan mural dan grafiti bertema Hari Kemerdekaan.

Latar belakangnya berupa gambar bendera merah putih yang sedang berkibar. Lukisan terlihat atraktif dengan adanya gambar naga dan beberapa goresan bergaya abstrak. ‘’Kami dari Madiun Street Art Crew (MSAC),’’ kata Andry sambil terus melukis di tembok.

MSAC merupakan komunitas seni jalanan yang terbentuk pada 2008 silam. Awalnya yang bergabung hanya empat orang. Namun, seiring berjalannya waktu terus bertambah hingga mencapai puluhan. ‘’Nggak ada basecamp. Tapi, kami aktif komunikasi lewat grup. Sering kumpul bareng juga,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dovi-Finsa, Pasutri yang Sukses Berbisnis Tanaman Hias

Komunitas tersebut mulai dikenal publik pada 2013. Itu bersamaan karya mereka yang menghiasi sejumlah kawasan di Kota Madiun. Baik berupa grafiti maupun mural. Meski, tidak jarang kreativitas Andry dkk mendapat cibiran warga. ‘’Tapi, kami tetap berkarya,’’ ucapnya.

Bagi Andry, menggambar di tembok tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, jenis dan ukuran medianya berbeda dengan lukisan mainstream seperti di kertas dan kanvas. ‘’Orang yang pandai menggambar di kertas belum tentu jika menggambar di tembok hasilnya bagus,’’ sebut pria 31 tahun asal Desa Pleret, Jiwan, Kabupaten Madiun, itu.

Meski di kota sendiri kerap mendapat cibiran, nama MSAC telah dikenal hingga luar pulau. Ya, mural karya Andry dkk sudah terpajang di Jakarta, Bali, Sumatera, hingga Kalimantan. ‘’Kalau ada job dari luar yang dirasa cocok, pasti kami ambil,’’ ujarnya. *** (mg5/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemandangan di Jalan Citandui, Kota Madiun, kini sarat nuansa merah putih. Itu berkat adanya mural yang menghiasi tembok sepanjang jalan tersebut. Adalah Andry Rahmanto dkk dari Madiun Street Art Crew kreatornya. Bagaimana kiprah komunitas seni jalanan itu?

———————————

BEBERAPA kaleng cat tampak berjajar di trotoar dekat lampu merah Jalan Citandui, Kota Madiun, sore itu. Tidak jauh dari situ, Andry Armanto dan sejumlah rekannya tampak asyik menghias tembok di ruas jalan tersebut dengan mural dan grafiti bertema Hari Kemerdekaan.

Latar belakangnya berupa gambar bendera merah putih yang sedang berkibar. Lukisan terlihat atraktif dengan adanya gambar naga dan beberapa goresan bergaya abstrak. ‘’Kami dari Madiun Street Art Crew (MSAC),’’ kata Andry sambil terus melukis di tembok.

MSAC merupakan komunitas seni jalanan yang terbentuk pada 2008 silam. Awalnya yang bergabung hanya empat orang. Namun, seiring berjalannya waktu terus bertambah hingga mencapai puluhan. ‘’Nggak ada basecamp. Tapi, kami aktif komunikasi lewat grup. Sering kumpul bareng juga,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kreasi Karung Goni Fatmalia Yulinda Tembus Pasar Luar Pulau

Komunitas tersebut mulai dikenal publik pada 2013. Itu bersamaan karya mereka yang menghiasi sejumlah kawasan di Kota Madiun. Baik berupa grafiti maupun mural. Meski, tidak jarang kreativitas Andry dkk mendapat cibiran warga. ‘’Tapi, kami tetap berkarya,’’ ucapnya.

Bagi Andry, menggambar di tembok tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, jenis dan ukuran medianya berbeda dengan lukisan mainstream seperti di kertas dan kanvas. ‘’Orang yang pandai menggambar di kertas belum tentu jika menggambar di tembok hasilnya bagus,’’ sebut pria 31 tahun asal Desa Pleret, Jiwan, Kabupaten Madiun, itu.

Meski di kota sendiri kerap mendapat cibiran, nama MSAC telah dikenal hingga luar pulau. Ya, mural karya Andry dkk sudah terpajang di Jakarta, Bali, Sumatera, hingga Kalimantan. ‘’Kalau ada job dari luar yang dirasa cocok, pasti kami ambil,’’ ujarnya. *** (mg5/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/